Doa: Senjata Pamungkas yang Tak Tergantikan
yusuf achmad
Doa bukan sekadar untaian kata. Ia adalah senjata pamungkas yang mampu meretas batas antara makhluk dan Sang Khalik. Dalam mengimani sifat Alloh yang maha awal, yakni Al-Awwal, kita diajak untuk memahami bahwa segala sesuatu bermula dari-Nya. Tidak ada yang mendahului-Nya, tidak ada yang melampaui kebesaran-Nya. Al-Qur’an dalam surat Al-Hadid ayat 3 mengukuhkan sifat ini:
“Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Sebagai manusia, langkah nyata untuk mengamini sifat ini ialah berupaya menjadi pelopor kebaikan—mereka yang senantiasa mendahului dalam berbuat baik. Tak hanya kebaikan kepada sesama manusia, tetapi juga ketaatan kepada Alloh dan kepedulian terhadap diri sendiri.
Pelopor Kebaikan dalam Tindakan
Menjadi pelopor kebaikan bermula dari hal sederhana: memulai segala aktivitas dengan bismillah. Sebuah niat kecil dengan dampak yang besar. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amalan yang tidak diawali dengan bismillah maka amalan tersebut terputus (tidak sempurna).”
Selain itu, hadir lebih awal atau tepat waktu dalam setiap kesempatan menjadi cermin disiplin yang menghargai karunia waktu dari Alloh. Rasulullah SAW bahkan menggambarkan keberkahan orang yang mendahului waktu melalui sabdanya:
“Barangsiapa datang lebih awal ke masjid maka ia seperti orang yang menyembelih unta (sebagai sedekah),… dan seterusnya hingga yang terlambat menyumbangkan telur.”
Di atas segalanya, mendahulukan perintah Alloh adalah bentuk puncak dari sikap pelopor kebaikan. Alloh SWT berfirman: “Maka bersegeralah kamu kepada (mengerjakan) segala kebaikan. Hanya kepada Alloh-lah kembali kamu semuanya,…”
Manfaat Menjadi Pelopor Kebaikan
Menjadi pelopor kebaikan tidak pernah sia-sia. Bagi diri sendiri, ia meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, serta kedekatan kepada Alloh. Bagi orang lain, ia menjadi inspirasi untuk berbuat hal serupa, membangun komunitas yang saling peduli dan mendukung.
Dalam dunia yang kerap dipenuhi ketidakpastian, doa dan kebaikan adalah investasi tak tergantikan—baik untuk diri sendiri maupun generasi mendatang. Mari terus mengawali segalanya dengan doa dan niat baik, serta jadilah pelopor dalam setiap tindakan menuju kebaikan.