Dua Puluh Pantun Kurikulum Berbasis Cinta
Oleh : Dafril, Tuanku Bandaro
Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Study Islam S3 UM Sumbar
Berlayar perahu di danau tenang,
Angin menyapa penuh restu.
Kurikulum cinta tumbuh gemilang,
Dipelopori Menteri Agama Nasaruddin Umar yang penuh syahdu.
Masjid nan sunyi di ujung desa,
Suara santri merdu bergema.
Cinta ditanam dalam jiwa siswa,
Ajar Menteri Agama agar dunia bersua
Madrasah indah cahaya terpancar,
Guru berseri menyinari sanubari.
Menag tekankan cinta sejak awal hadir,
Menjadi ruh pendidikan di negeri ini.
Salam hangat terpadu dalam sabda,
Mengalir lembut penuh empati.
Curriculum of Love jadi asa,
Menanam toleransi dan harmoni.
Dari Jakarta hingga ke pelosok desa,
Mencari harmoni dalam bingkai iman.
Menteri agama bawa Kurikulum Cinta terbuka,
Membangun bangsa inklusif, penuh rahmatan.
Pohon rindang di pelataran saban hari,
Daun berguguran menyejuk lantai.
Ekoteologi hadir memberi arti,
Menanam pohon sebagai ibadah abadi.
Angin pegunungan sejuk menyentuh hati,
Mengajak alun riang menari.
Ekoteologi ajar kita menjaga bumi,
Merupakan ibadah, bukan sekadar niai teoris semata.
Pesantren hijau tumbuh di lembah,
Santri asyik menanam pohon.
Eco‑Theology jadi wawasan megah,
Menjaga alam dalam setiap ucapan dan yadnya.
Embun pagi jatuh di kelopak mawar,
Menyirami tanah yang suci.
Ekologi dan cinta berpadu segar,
Menjaga bumi agar tetap lestari.
Burung berkicau di dahan renta,
Mengajak manusia kembali fitrah.
Eco‑Theology mengajarkan kita,
Bumi dirawat dengan kasih dan iman yang teguh.
Madrasah suci penuh kejujuran,
Mengalir ilmu dan iman berpadu.
Menteri Agama harap madrasah penuh kehangatan,
Menjadi benteng cinta di setiap sudut bumi.
Pesantren tempat merenung dalam sunyi,
Santri belajar dengan jiwa terbuka.
Eco‑Theology dan Kurikulum Cinta berseri,
Mencetak ulama peduli lingkungan secara nyata.
Di pesantren, api ilmu menyala,
Menyinari harap menuju rahmat.
Cinta dan ekoteologi bersua,
Menjadi pijar bagi generasi yang patut.
Guru madrasah bukan sekadar pengajar,
Mursyid yang menyampaikan sinar cinta.
Dengan hati, ia ajar makna benar,
Menjadi teladan bagi santri dan keluarga.
Cinta ditanam lewat doa dan ilmu,
Santri tumbuh dalam nilai luhur.
Madrasah jadi rumah hangat yang syahdu,
Menjaga iman, cinta, dan bumi terpelihara.
Cinta sejati bukan sekadar kata,
Melainkan pengorbanan tanpa syarat.
Menag ajar cinta adalah fondasi kita,
Membangun umat saling hormat dan abadilah erat.
Ilmu dan cinta menyatu indah,
Mencipta harmoni antara manusia dan alam.
Ekoteologi ajar kerendahan yang parah,
Sehingga bumi lestari dalam balutan damai dan salam.
Allah Maha Kasih, sumber segala cinta,
Humanity is one, tak terbagi.
Cinta mengikis kebencian yang fana,
Mewujudkan kerukunan, kemanusiaan berbagi.
Kelestarian bumi tugas kita semua,
Sebagai khalifah menjaga ciptaan Allah.
Cinta dan ekoteologi memberi makna,
Menjadikan bumi rumah yang berkah, bukan gersang belaka
Jiwa terbuka, penuh empati,
Kurikulum cinta tuntun menuju harmoni.
Ekoteologi jaga alam suci,
Menuju Indonesia emas, cinta dan bumi abadi.