Tausiah Religi
Rasulullah ﷺ Bersabda : “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Rabu, 03 Desember 2025 (12 Jumadil Akhir 1447 H)
Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan
–
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Terlebih dahulu marilah kita untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.
Katakanlah,:
“Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”
Bagi orang-orang yang bertaqwa tersedia bagi mereka surga – surga yang mengalir di bawahnya sungai – sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta Ridha Allah SWT.
Dan Allah Maha Melihat hamba – hamba-Nya.”
(QS. Ali ‘Imran: 14-15)
Dunia ini sebenarnya hanyalah sebatas persinggahan sementara, dan kita diwajibkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk mengumpulkan bekal sebanyak mungkin di dunia ini, untuk dibawa kepada alam berikutnya, yakni alam akhirat.
Memang tidak bisa kita pungkiri, bahwa di dunia ini, kita membutuhkan harta benda untuk memenuhi kebutuhan kita, dan tidak ada yang menyalahkan jika kita berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh harta benda tersebut.
Namun, di samping kita berusaha dalam menggapai itu semua, maka jangan pernah lupa bahwa kita juga punya tanggung jawab untuk mengumpulkan amal sebanyak mungkin.
Kelak amal yang kita kumpulkan itulah yang akan menjadi penolong bagi kita di akhirat kelak.
Allah berfirman :
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” .
(QS. Al-Qashash ayat 77).
Al Qur’an surah Al-Qashash ayat 77 ini dengan sangat jelas mengajarkan kepada kita, bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan umat Islam untuk selalu berusaha menggapai kebahagiaan akhirat.
Namun, dalam perjalanan menuju akhirat, umat Islam juga diingatkan untuk tidak melupakan kehidupan dunia ini.
Carilah harta sebanyak mungkin, namun jangan lupakan amal ibadah. Carilah harta sebanyak mungkin, namun jangan sampai lalai terhadap semua perintah – perintah Allah SWT.
Allah Subhanahu wa ta’ala mengetahui bahwa, kehidupan di dunia ini juga memiliki nilai dan tujuan yang penting.
Meskipun kebahagiaan dan kenikmatan dunia bersifat sementara, namun tetap penting untuk memperhatikan dan menjaga kehidupan di dunia ini.
Kehidupan di dunia ini adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mengumpulkan amal kebaikan sebanyak mungkin, maka berbuat baiklah kepada sesama, dan kerjakanlah tugas-tugas yang telah Allah tetapkan, serta jauhi seluruh larangan-larangan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Siapa saja yang mampu menjalani kehidupan di dunia ini dengan baik, maka dia akan memperoleh pahala dan keberkahan yang akan membantunya dalam mencapai kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat kelak.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, dengan tetap fokus pada tujuan akhirat namun tidak melupakan tugas-tugas dan tanggung jawab di dunia ini.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Saat ini, banyak orang yang mengaku muslim, bahkan mengaku muslim paling sejati di antara muslim yang lainnya, namun sayang keimanannya tidak diakui oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.
Kenapa demikian?
Sebab perilakunya tidak benar-benar mencerminkan diri mereka sebagai muslim.
Mengaku muslim, namun menjelek – jelekkan saudara muslimnya yang lain.
Mengaku muslim, namun tidak mau mengulurkan tangan kepada saudaranya yang kesulitan. Mengaku muslim, namun mudah memutuskan tali persaudaraannya dengan saudara- saudaranya.
Mengaku muslim, namun lebih tunduk kepada manusia dari pada tunduk kepada perintah Tuhannya. Na’udzu billahi mindzalik.
Mengaku muslim namun perilakunya mencerminkan perilaku orang – orang munafik.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Dalam Al-Quran, Allah menyatakan dalam surat al-Baqarah ayat 8:
“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang – orang yang beriman”
Lantas, kapankah seseorang itu dikatakan sebagai muslim yang sejati?
Maka jawabannya adalah ketika seseorang berperilaku sebagaimana perilaku yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Ketika perilakunya mencerminkan perilaku ajaran Islam, maka pada saat itu dia sudah dikategorikan sebagai muslim yang khaffah, atau muslim sejati.
Adapun ciri-ciri dari perilaku seseorang yang mencerminkan perilaku ajaran Islam tentu sangat banyak. Diantaranya adalah yang paling penting untuk memiliki ketaqwaan yang sejati kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Artinya, ia setia menjalankan segala perintah – Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketaqwaan merupakan kunci kehormatan bagi seorang muslim sejati, sehingga hendaknya terus berupaya memperkokoh ketaqwaan dalam kehidupan sehari – hari.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته