Oleh: Laratmase Paulus
–
Kabupaten Waropen, yang terletak di pesisir utara Papua, terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, terutama hutan bakaunya yang luas dan lestari. Untuk merayakan potensi alam tersebut sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada dunia luar, Pemerintah Kabupaten Waropen menggelar Festival Bakau, sebuah acara tahunan yang menjadi ajang promosi wisata, pelestarian lingkungan, dan penguatan identitas budaya masyarakat pesisir Papua.
Latar Belakang Festival
Festival Bakau pertama kali diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap ekosistem hutan bakau yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat lokal. Hutan bakau di Waropen tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan badai, tetapi juga merupakan habitat penting bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan burung laut. Masyarakat Waropen menggantungkan hidup dari hasil laut dan ekowisata yang berkembang di sekitar kawasan bakau.
Rangkaian Kegiatan
Festival ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain:
Lomba Perahu Tradisional: Warga dan nelayan berlomba mendayung perahu tradisional di sepanjang pesisir Waropen.
Pameran Produk Lokal: Menampilkan hasil kerajinan tangan, makanan khas Waropen seperti papeda dan ikan bakar, serta produk olahan mangrove seperti sirup dan dodol mangrove.
Tarian dan Musik Tradisional: Grup seni lokal menampilkan tarian dan musik khas Papua untuk menghibur pengunjung.
Penanaman Mangrove Massal: Sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan, pengunjung diajak menanam bibit mangrove bersama warga.
Tur Edukasi Mangrove: Peserta diajak menjelajah hutan bakau bersama pemandu lokal untuk mempelajari keanekaragaman hayati dan pentingnya ekosistem mangrove.
Tujuan dan Harapan
Festival Bakau bertujuan untuk mengangkat potensi Waropen sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan, festival ini dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata dan produk UMKM.
Dengan semangat gotong royong dan cinta terhadap alam, Festival Bakau menjadi simbol kebanggaan masyarakat Waropen terhadap warisan leluhur dan sumber daya alam yang dimiliki. Ini adalah bukti bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan, membawa manfaat bagi generasi kini dan masa depan.
Bupati Drs. Waropen, FX Motte,M.Si menyatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja untuk meningkatkan sektor pariwisata. “Kabupaten Waropen ini dikenal dengan Negeri 1.000 Bakau, oleh sebab itu kami pemerintah daerah perlu menggenjot lagi sektor ekonomi tersebut,” ujar FX Motte.
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, juga mendukung pengembangan pariwisata di Waropen. Ia mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sumber untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).