Gaungkan Ekoteologi Lewat Layar, MAN Kota Sawahlunto Tembus Juara III Lomba Film Pendek Tingkat Provinsi
SAWAHLUNTO (Humas), 7 Januari 2026 Di tengah denyut zaman yang kian gaduh oleh persoalan lingkungan, sebuah karya lahir dari ruang-ruang belajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto tenang, jujur, dan penuh kesadaran. Karya itu menjelma menjadi film pendek yang mengantarkan MAN Kota Sawahlunto meraih Juara III dalam Lomba Film Pendek Madrasah Tingkat MI/MTs/MA se-Sumatera Barat yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80.
Mengusung tema Ekotologi dan Pengelolaan Sampah dengan Judul Bumi Mengadu, film karya siswa MAN Kota Sawahlunto ini tidak sekadar menyajikan gambar bergerak, melainkan menghadirkan renungan. Ia bertutur tentang hubungan manusia dengan alam hubungan yang kerap timpang, namun selalu menyimpan harapan untuk dipulihkan. Lewat narasi sederhana, visual yang jujur, dan pesan yang membumi, film ini mengajak penonton menyadari bahwa sampah bukan semata sisa, melainkan cermin tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.
Buah dari prestasi yang diraih MAN Kota Sawahlunto mendapatkan hadiah berupa Sertifikat, Trophy, dan Tabanas dari oanitia. Hadiah tersebut diterima langsung oleh Kepala Madrasah di Aula Amal Bakti 1 Kanwil Kemenag Sumbar pada acara Tasyakuran HAB Ke-80 Kemenag tingkat provinsi Sumatera Barat, Rabu, 07 Januari 2025. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra langsung mengapresiasi dan memberikan support yang luar biasa kepada MAN Kota Sawahlunto.
” Terima kasih tim film MAN Kota Sawahlunto yang sudah mengharumkan nama Kemenag Kota Sawahlunto” ini menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak saja bergelut dengan doa tetapi juga piawai didunia perflman,” ungkap Dedi Wandra.
Apresiasi dan acungan jempol juga datang dari orang nomor 1 di kemenag Sumbar H. Mustafa dan Kabid Pendidikan Madrasah, H. Hendri Pani Dias.
Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, para guru pembimbing, dan seluruh warga MAN Kota Sawahlunto menyambut prestasi ini dengan rasa syukur dan bangga. Lebih dari sekadar piala dan piagam, kemenangan ini adalah penegasan bahwa madrasah mampu menjawab tantangan zaman menghadirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berwawasan lingkungan.
“‘Prestasi ini menjadi bukti bahwa MAN Kota Sawahlunto bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi juga taman tumbuhnya kesadaran ekologis dan kepekaan sosial. Para siswa MAN Kota Sawahlunto berhasil meramu nilai-nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, dan kreativitas seni dalam satu bahasa universal film. Setiap adegan seakan berbisik bahwa iman tidak berhenti di lisan, melainkan berlanjut dalam tindakan merawat bumi,” ujar Dafril yang kerap dipanggil Tuanku.
Dafril menambahkan bahwa, Ajang lomba yang diikuti oleh madrasah-madrasah terbaik dari seluruh Sumatera Barat ini menjadi panggung adu gagasan dan kepedulian. Di antara banyak karya inspiratif, film dari MAN Kota Sawahlunto tampil menonjol dengan kekuatan pesan dan kedalaman makna. Raihan juara ketiga ini pun terasa istimewa, karena lahir dari kerja kolektif, kesungguhan, serta semangat belajar yang tak mengenal batas.
Tuanku Dafril mengucapkan terima kasih kepada Kaur TU, para Waka, khusus kepada Wakahumas, pembina OSIM, Konseptor film, Rita Elmiza, Editor Vivied Nopidtrianis semua GTK dan siswa pemeran film.
Sementara itu Wakahumas MAN Kota Sawahlunto yang juga ketua tim, Nofri Hendra mengatakan bahwa, Dalam semangat HAB Kemenag RI ke-80, prestasi MAN Kota Sawahlunto menjadi lentera kecil yang cahayanya menembus batas ruang dan waktu. Ia menyampaikan pesan bahwa dari Sawahlunto, dari sebuah madrasah, lahir suara yang mengingatkan kita semua: menjaga bumi adalah bagian dari ibadah, dan merawat lingkungan adalah wujud cinta kepada kehidupan itu sendiri.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB