April 21, 2026
Getar Sukma

Oleh Yusuf Achmad

Bila kepalaku dipecah, kumau cairan mirip gelombang wifi yang keluar. Kutak rela jiwa berduri seperti kaktus menjalar. Kutak sudi cairan rakun melingkar di sekitarku. Biar kepalaku pecah, dunia tetap mesra, tak bertengkar.

Duhai insan berkepala, otak kita pecah bila serakah merambah. Wahai para perempuan, jangan ikuti rakun haus cerita. Biarkan cerita mengalir, seperti sungai yang tak henti berbicara. Usah usikmu menggoda jiwa, pendiam yang tak mau bicara, tinggalkan kaktusmu. Duri tajammu tak perlu, buka hati, biarkan dunia dengar suaramu yang senyap.

O jiwa, jadilah penyuka, jangan murka. Wahai sukma, bersihkan noda dari racun kaktus atau kabut gelap. Kuingin tetap menjadi wifi, memberi, menaungi, melindungi, dinanti. Dan kita jadi saudara sejati. Dalam dunia penuh warna, ada jiwa mencari makna, Jangan biarkan hati terbelenggu dendam dan amarah. Berikan cinta, sebarkan kasih, layaknya gelombang yang tak pernah berhenti. Maka kepalaku takkan pecah, karena damai mengalir di setiap nafasku, memuncah.

Surabaya, 2-2-2025