H-2 Sebelum Pembagian Rapor Naik Kelas, Isrizal Pimpin Rapat Khusus Walas VII dan VIII
PADANG, Waktu bergulir cepat di penghujung semester. Hari itu, Kamis, 19 Juni 2025, dua hari sebelum pembagian rapor semester genap tahun ajaran 2024/2025. Sebuah pertemuan penting digelar di ruang kelas baru SBSN MTsN 1 Kota Padang. Kepala madrasah, Isrizal, memimpin langsung rapat khusus bersama 22 wali kelas VII dan VIII sebuah forum yang bukan sekadar formalitas, tapi titik tolak menyongsong masa depan pendidikan madrasah.
Dalam suasana yang tenang namun penuh kesungguhan, rapat digelar untuk memfinalisasi persiapan pembagian rapor semester genap serta menata langkah strategis menuju tahun ajaran 2025/2026. Suatu momentum yang menjadi ruang refleksi atas capaian dan batu loncatan untuk perbaikan yang lebih tajam dan terarah.
Dalam arahannya, Isrizal tak sekadar memberikan instruksi. Ia mengajak para walikelas untuk bersinergi dengan semangat kolektif dalam mewujudkan program-program madrasah yang bukan hanya administratif, melainkan bersifat transformatif.
“Tugas kita bukan hanya membagikan angka-angka, tetapi memastikan bahwa angka-angka itu memiliki makna, mencerminkan proses, dan memberi arah bagi peserta didik. Kita harus menjadi bagian dari perubahan itu,” ujarnya, penuh ketegasan dan harapan.
Isrizal juga menegaskan pentingnya konsistensi dan komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan. Baginya, walikelas adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan denyut keseharian siswa.
“Ke depan, saya berharap madrasah ini tak hanya unggul dalam data, tapi juga kuat dalam budaya, karakter, dan peradaban. Itu hanya bisa terwujud kalau kita bekerja dalam irama yang sama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kurikulum, Idra Putri, memaparkan secara rinci teknis pembagian rapor yang akan dilaksanakan. Dengan nada yang lantang namun sistematis, ia menjelaskan alur distribusi, jadwal per kelas, serta penekanan pada etika dan tata cara dalam menyampaikan hasil belajar siswa kepada orang tua.
Rapat berlangsung penuh keakraban, madrasah setiap kata adalah benih yang ditanam untuk panen esok hari. Di akhir rapat para walikelas memberikan isyarat bahwa para pendidik itu siap melangkah dalam satu barisan.
Madrasah bukan sekadar institusi. Ia adalah rumah kedua, tempat di mana anak-anak ditempa dan harapan bangsa dipahat. Dan rapat hari itu, adalah pengingat bahwa setiap langkah ke depan harus dilandasi oleh rencana, cinta, dan cita. (DTB)