Laporan: Tb Mhd Arief Hendrawan
–
PADANG,Suaraanaknegerinews.com, – Wakil Presiden (Wapres) RI periode 2019-2024, Ma’ruf Amin, mengungkapkan potensi besar wakaf di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp80 triliun per tahun.

Ma’ruf Amin menilai, potensi ekonomi umat ini belum terkelola dengan baik secara menyeluruh.
Ungkapan itu disampaikan oleh Ma’aruf Amin saat dimintai keterangan pada kegiatan Internasional Waqf Conference, di Hotel Truntum, Kota Padang, Sabtu (15/11/2025).
Ma’aruf mengatakan potensi waqaf di Indonesia sangat besar, namun tidak terkelola dengan baik.
“Saya kira, waqaf itu potensinya besar sekali. Namun, belum terkelola dengan baik,” ungkapnya.
Bahkan kata Ma’aruf, potensi waqaf di Indonesia bisa mencapai Rp80 triliun per tahun.
“Karena itu, perlu adanya upaya-upaya penanganan lebih secara sistematis,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pengelolaan yang kuat dari kelembagaan juga diperlukan, hungga sumber dayanya sendiri.
“Dengan seminar ini, tentu akan mendapatkan hal-hal yang perlu,” pungkas Wapres periode 2019-2025 itu.
Sebelummya diberitakan, Sebanyak enam negara, menghadiri Internasional Waqf Conference di Hotel Truntum, di Jalan Gereja No. 34, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Jum’at (14/11/2025).
Negara tersebut di antaranya Malaysia, Mesir, kuwait, Saudi Arabia, Maroko hingga Syria.
Pantauan Jurnalis di lapangan, kegiatan dimulai sekitar pukul 10:00 WIB.
Para peserta cukup antusias menyaksikan Internasional Waqf Conference. Mereka terlihat mengenakan kokarde bertali merah.
Para tokoh-tokoh besar juga hadi pada kegiatan tersebut, seperti Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024, Ma’ruf Amin, Wakil MPR RI, Menteri Agama, Pimpinan Ponpes Modern Gontor, Gubernur se Indonesia, dan lain-lainnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan bahwa Sumbar mempunyai sejarah panjang mengenai Wakaf.
Mahyeldi menjelaskan, wakaf adalah ekonomi umat dan harus dikelola dengan baik.
“Jika dikelola dengan baik, dapat menjadi solusi pembangunan berkelanjutan, mengerakkan UMKN, hingga ketahanan pangan nasinoal,” tuturnya.
Mahyeldi juga menjelaskan bahwa, wakaf dapat menjadi harapan daerah di Indonesia, bisa menjadi inovasi dan memperlebar fiskal.
“Wakaf bisa menjawab, apa yang menjadi harapan daerah di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menginginkan Sumbar sebagai green fiskal dalam mengelola wakaf.
“Di mana, Wakaf untuk dunia, menuju ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.