Hardiknas dan HUT Waropen ke-22: Pendidikan Adalah Hak, Bukan Privilege
Laporan Nelson Wayoi
–

Waropen, 2 Mei 2025 — Suara Anak Negeri News.Com,- Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang tahun ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Waropen ke-22 menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali pentingnya pendidikan sebagai hak dasar seluruh warga negara. Dalam upacara peringatan yang digelar di Lapangan Elias Paprindey, Bupati Waropen Drs. F.X. Mote, M.Si membacakan sambutan resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa pendidikan bukan hanya sebuah kewajiban negara, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Hari Pendidikan Nasional bukan hanya perayaan tahunan yang ditandai dengan upacara dan lomba-lomba seremonial. Lebih dari itu, peringatan ini adalah pengingat kolektif atas amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Hal ini diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan yang bermutu merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali.
“Tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili, atau sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan,” tegas Bupati Drs. F.X Mote, M.Si saat membacakan sambutan. Pendidikan, katanya, adalah hak asasi sekaligus hak sipil yang melekat dalam diri setiap individu sebagai warga negara.
Karena itulah, penempatan sektor pendidikan sebagai prioritas utama oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Asta Cita keempat adalah keputusan yang sangat tepat. Presiden berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai jalan utama untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh, berkualitas, dan siap menjadi aktor perubahan dalam membangun bangsa yang adil dan makmur.
“Pendidikan adalah jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tegas F.X. Mote. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pihak: pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media massa. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri karena keterbatasan sumber daya dan anggaran. Partisipasi semesta sangat dibutuhkan agar layanan pendidikan benar-benar dapat menjangkau semua anak bangsa secara adil dan merata.
Bupati F.X. Mote menambahkan bahwa momen ini menjadi lebih bermakna karena bertepatan dengan HUT Kabupaten Waropen yang ke-22. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Waropen yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Wakil Bupati Yoel Boari untuk memimpin daerah ini selama lima tahun ke depan. “Kami menyadari betul bahwa tugas ini bukan hal ringan. Tapi dengan semangat, tekad yang kuat, dan dukungan dari semua pihak, kami optimis bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Mote.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berhasil tanpa persatuan antara masyarakat dan pemerintah daerah. Karena itu, semboyan Kabupaten Waropen, “Kaniba Raruko, Ndi Sowosio Ndi Korako”, harus terus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semboyan ini mengandung semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan kolektif yang menjadi pondasi bagi kemajuan daerah.
“Jika kita bersatu padu, menghimpun kekuatan bersama, maka segala tantangan dapat kita hadapi demi kesejahteraan masyarakat Waropen,” ujarnya. Bupati menekankan bahwa pembangunan di Waropen harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam hal pelayanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Ia juga menekankan bahwa daerah membutuhkan paradigma baru dalam memandang pembangunan. “Kita sedang berada di era baru, dengan cara pandang baru, dan dipimpin oleh pemimpin nasional yang memiliki visi besar terhadap kemajuan bangsa. Ini saatnya kita bergerak bersama membawa perubahan yang nyata,” ujarnya.
Dengan semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Jadi Kabupaten Waropen ke-22, Pemerintah Daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu, bergotong royong, dan menjadikan pendidikan sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Pendidikan bukan hanya untuk mencetak pekerja, tetapi membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
Di akhir sambutannya, Bupati F.X. Mote mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ganda ini sebagai refleksi dan motivasi baru. “Mari kita jadikan momen ini untuk terus memperkuat komitmen bersama membangun Waropen yang lebih bermutu, adil, dan sejahtera melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” pungkasnya.
Editor: Paulus Laratmase