May 10, 2026
narasoma35

anto narasoma

momen itu memberi tanda dari desember ke desember. sebab seperti kupu-kupu yang melayang terbang, setiap kisah hinggap di ruang-ruang belajar

dari catatan di buku-buku pelajaran yang melepaskan bajunya, ibu selalu mengurai kisah setelah perempuan mulia itu mencatat momen terindah di hari ini

: lalu wajahmu memancarkan cahaya
ketika guru membuka lembaran kiprahmu dalam perjuangan edukasi pendidikan, ibu

maka,
di ruang sekolah itulah
kau kibarkan uraian rambutmu dalam kebangkitan jiwa orang-orang kampung yang terjajah

sebab selain kebodohan yang merajalela ketika orang-orang belanda membodohi bangsamu;
kau rebut bangku-bangku sekolah yang patah kaki penopang harga dirimu

maka berlayarlah gagasan cerdas itu, melalui lorong-lorong desa sepenuh kebodohan estetika bagi gadis dan para pemuda

: bangkitlah !, katamu

meski tanah ini diinjak-injak penjajah,
tapi semangat belajar bagi ibu RA Suryatin adalah kobaran api pendidikan !

Palembang
22 Desember 2024