Abdullah Vanath Tunjukkan Moderasi Beragama dalam Perayaan Natal Keluarga Besar LAWAMENA
Wakil Gubernur Teripilih Provinsi Maluku Periode 2024-2029, Abdullah Vanath
Dilaporkan oleh: Paulus Laratmase
–
Pada perayaan Natal Kristus yang diadakan oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Hendrik Lewerissa (HL) – Abdullah Vanath (AV), di Gedung Baileo Oikumene Ambon pada Jumat malam, 20 Desember 2024, Wakil Gubernur terpilih Abdullah Vanath menunjukkan sikap moderasi beragama yang menjadi contoh bagi masyarakat Maluku. Acara yang dihadiri oleh relawan, simpatisan, serta partai koalisi/pengusung LAWAMENA ini bukan hanya menjadi momentum perayaan Natal, tetapi juga kesempatan untuk mengingatkan pentingnya nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Abdullah Vanath, yang dalam acara tersebut tampil sebagai pembicara dan juga penampil dalam acara tersebut, berterima kasih kepada relawan serta simpatisan LAWAMENA yang telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan HL-AV dalam Pilkada 27 November 2024 lalu. Dalam pidatonya, Vanath memuji kerja keras mereka yang telah memastikan kemenangan mutlak di sembilan dari sebelas kabupaten/kota di Maluku. Namun, lebih dari itu, Vanath juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama dalam pembangunan Maluku ke depan.
Momen spesial ini semakin dipertajam dengan penampilan Abdullah Vanath yang membawakan lagu rohani berjudul “Tak Ada Yang Mustahil Bagi-Mu,” sebuah ungkapan syukur atas segala perjuangan yang telah dilalui bersama. Dengan penuh khidmat, Vanath menyanyikan syair yang berbunyi: “Tiada yang mustahil bagi-Mu, Tiada yang tak mungkin bagi-Mu, Aku mau berserah kepada-Mu Tuhan. Ku berserah diri pada-Mu hidup dan matiku.” Lagu ini bukan hanya sekadar ungkapan rasa syukur, tetapi juga menunjukkan keyakinan mendalam akan kebesaran Tuhan yang telah mendampingi mereka dalam perjuangan meraih kemenangan.
Melalui lagu ini, Vanath juga mengajak seluruh hadirin untuk mengingat bahwa perjuangan untuk mewujudkan Maluku yang damai dan sejahtera tidak terlepas dari nilai-nilai agama yang mengajarkan tentang pentingnya saling menghargai dan hidup berdampingan dalam kedamaian. Dalam pandangannya, agama seharusnya menjadi penuntun dalam kehidupan yang penuh kerukunan, bukan untuk memisahkan, tetapi justru untuk membangun kebersamaan yang saling mendukung satu sama lain.
“Satu Gandong,” sebuah istilah yang berarti “satu saudara,” menjadi tema yang digelorakan dalam perayaan ini. Vanath menegaskan bahwa Natal tahun ini bukan hanya tentang merayakan kelahiran Yesus, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Dengan semangat kebersamaan ini, ia berharap Maluku dapat melangkah ke masa depan yang lebih baik, dengan berlandaskan pada nilai-nilai agama yang universal, yakni cinta kasih, toleransi, dan saling menghormati antar sesama.
Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa Maluku, sebagai provinsi yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya, harus tetap menjadi contoh dalam hal moderasi beragama. Ia menegaskan bahwa dalam membangun daerah, tidak ada ruang bagi perpecahan yang didorong oleh perbedaan keyakinan. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dijadikan kekuatan untuk bersama-sama maju demi kemajuan Maluku yang lebih damai dan sejahtera.
Melalui pesan-pesan ini, Abdullah Vanath memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang pemimpin dapat menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Sikapnya yang inklusif, Vanath telah menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diterapkan dalam setiap langkah pembangunan dan kehidupan sosial di masyarakat.
Di bawah kepemimpinan HL-AV, diharapkan Maluku dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya dalam hal persatuan dan toleransi, dengan agama sebagai pedoman hidup yang mendorong kedamaian dan kesejahteraan bersama.
Dengan demikian, perayaan Natal tahun 2024 ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan dalam kebhinekaan, sebuah nilai yang akan terus dijaga oleh Abdullah Vanath sebagai Wakil Gubernur Provinsi Maluku yang terpilih.