Ibadah Minggu Raya GBI Milos: Iman, Doa, dan Keteguhan
Ibadah Minggu Raya Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu, 3 Mei 2026 – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Ibadah Minggu Raya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh pelayan Tuhan, Ibu Ani Boritnaban, bersama tim singer dan pemusik. Iringan alat musik seperti keyboard, drum, dan gitar mengantar jemaat larut dalam hadirat Tuhan melalui lagu-lagu rohani bernuansa sukacita.
Firman Tuhan: Kekuatan Sejati dalam Kuasa Allah
Gembala jemaat, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, dalam khotbahnya mengangkat pesan dari Efesus 6:10-20 tentang pentingnya mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dalam menghadapi pergumulan hidup.
Ia menegaskan bahwa kehidupan orang percaya tidak lepas dari peperangan rohani. “Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan kuasa gelap. Karena itu, kita harus kuat di dalam Tuhan,” ujarnya di hadapan jemaat.
Menurutnya, ada kekuatan lain di luar Kristus yang berupaya mengendalikan manusia, termasuk melalui berbagai situasi yang memicu ketidaksukaan dan konflik antar sesama. “Doa bisa menghentikan peperangan dan apa saja. Karena itu, orang Kristen harus membekali diri dengan perlengkapan senjata Allah,” kata dia.
Iman, Ketekunan, dan Proses Kehidupan
Dalam penyampaian firman, ia juga mengingatkan jemaat untuk tidak menghindari proses kehidupan. Mengacu pada berbagai ayat, termasuk Matius 28:18 dan 2 Korintus 12:10, ia menekankan bahwa kekuatan sejati justru lahir dalam kelemahan manusia.
“Banyak orang tidak mau ikut proses, maunya yang instan. Padahal jalan pintas justru bisa membawa pada kebinasaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa godaan dapat datang dengan berbagai cara, bahkan menggunakan firman Tuhan sekalipun, sebagaimana dicontohkan dalam kisah pencobaan Yesus.
Ajakan Hidup dalam Doa dan Rasa Cukup
Pesan lain yang ditekankan adalah pentingnya hidup dalam doa dan rasa cukup. Jemaat diajak untuk tetap setia, bersyukur, dan mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. “Rajinlah berdoa setiap waktu. Semakin kita takut akan Tuhan, semakin ringan tangan kita untuk datang kepada-Nya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya keteguhan dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari, termasuk bagi kaum perempuan dalam menghadapi tantangan hidup.
Perjamuan Kudus dan Kebersamaan Jemaat
Ibadah dilanjutkan dengan perjamuan kudus serta persembahan sebagai wujud syukur jemaat. Suasana kebersamaan terasa hangat saat seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib dan penuh makna.
Di akhir ibadah, perwakilan jemaat menyampaikan apresiasi atas pelayanan firman yang telah disampaikan. “Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan,” ujar worship leader.
Pesan Sambutan dan Informasi Jemaat
Sementara itu, Ibu Gembala, Anissa Wahilaitwan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada jemaat yang baru pertama kali hadir. “Pintu gereja kami terbuka bagi kehadiran Bapak/Ibu pada ibadah selanjutnya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan jemaat untuk memperhatikan informasi kegiatan ibadah sepekan, termasuk pertemuan komsel yang dapat diakses melalui grup WhatsApp masing-masing.
Pulang dengan Sukacita
Ibadah ditutup dengan doa berkat oleh gembala jemaat. Usai ibadah, jemaat saling berjabat tangan dan meninggalkan gereja dengan wajah penuh sukacita, membawa pulang penguatan iman untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Momentum ibadah ini menjadi pengingat bahwa di tengah segala pergumulan, kekuatan sejati hanya ditemukan di dalam Tuhan.(jk)