April 17, 2026

Era Nurza

aku berjalan
menuju sesuatu yang tampak seperti harapan
menggeliat di kejauhan
cahaya menari-nari di atas aspal panas

kau melambai
dengan senyum simpul
tapi ketika kudekat
kau menjelma kabut, menguap bersama angin

aku tak tahu
sejak kapan keyakinan berubah jadi ilusi
sejak kapan dekapanmu terasa seperti jebakan
dan tawamu jadi gema di lorong sepi
kau bicara tentang cinta
dengan lidah yang pernah mencumbu kebohongan

kata-katamu manis
tapi meninggalkan pahit menetap
aku ingin percaya
tapi kau menjelma menjadi oasis kering
janji-janji retak bahkan sebelum diucap

dan aku…terus berjalan meski tak tahu
mana ujung, mana awal
mungkin aku hanya haus
dan kau,
hanya ilusi yang dipahat oleh sunyi

Jakarta, Juli 2025