May 18, 2026

INOVASI LATJA POLWAN 2025: Ketika Pengabdian, Ketahanan Pangan, dan Edukasi Gizi Bertemu di Rumah Warga

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Jakarta, 23 Mei 2025 — Suasana berbeda terasa dalam Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktuk (Inklusif) Bintara Polwan Angkatan ke-57 tahun ini.

Tidak lagi sekadar praktik teknis di lapangan, ratusan siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) justru “live-in” di rumah-rumah warga, menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat desa.

Selama 10 hari, sejak 14 hingga 23 Mei 2025, sebanyak 456 siswa Polwan menjelajahi dunia pengabdian lintas sektor: dari pemetaan status gizi balita, pemberdayaan UMKM, hingga mendampingi petani dan menyuluh siswa sekolah.

Semua ini terangkum dalam konsep Latja Partisipatif 2025, buah inovasi dari Kepala Sepolwan, Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H.

“Latja ini bukan sekadar pelatihan, tetapi laboratorium pengabdian nyata. Kami ingin setiap siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen mengawal Asta Cita Pemerintah, khususnya di bidang pangan dan kesehatan,” tegasnya.

Live-in di Rumah Warga: Belajar Empati, Bukan Sekadar Simulasi
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Latja 2025 menghadirkan format baru: siswa tinggal langsung bersama keluarga lokal, mereka tidak hanya berinteraksi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.

Di setiap rumah, para siswa membawa misi kemanusiaan, mengukur antropometri balita, mendata status gizi remaja, hingga memberikan edukasi pola hidup sehat.

Di sela tugas kepolisian, para siswa juga memimpin pelatihan diversifikasi pangan kepada kelompok tani dan membantu pemasaran produk UMKM melalui platform digital.

Kehadiran mereka di tengah masyarakat membawa dampak riil, bukan hanya bagi warga, tapi juga bagi jiwa dan karakter calon Bhayangkara.

Sinergi dengan Bakomsus dan SPPG POLRI: Kolaborasi Multidisiplin
Latja 2025 menjadi wajah baru pendidikan Polwan yang adaptif dan multidisiplin, kolaborasi erat dengan Bakomsus Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat serta Sekolah Pembentukan Perwira Gizi (SPPG) POLRI menghasilkan program pelatihan berbasis Manajemen Beban Gizi (MBG) dan pendekatan community policing.

Para siswa terlibat dalam Pelayanan sosial dan kesehatan dasar, termasuk penyuluhan gizi untuk mencegah stunting, Simulasi pertanian urban (urban farming) dan inovasi pertanian presisi dan Bakti religi dengan membersihkan tempat ibadah dan pesantren.

Selain itu, Bakti pendidikan melalui penyuluhan di sekolah dan madrasah, Bakti lingkungan lewat gerakan penghijauan dan penanaman pohon dan Kunjungan komunitas, seperti PKK dan karang taruna, untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring sosial.

“Latja partisipatif ini memberi ruang bagi peserta mengeksplorasi kemampuan secara kreatif. Target kami adalah membentuk insan Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berkarakter kuat,” ujar Kombes Pol. Melda.

Bersama Warga, Merajut Masa Depan
Di satu desa, siswa Polwan tampak akrab bercengkrama dengan para ibu PKK, membahas pola makan sehat dan kebiasaan cuci tangan.

Di sisi lain, sekelompok siswa memandu praktik membuat pupuk organik di lahan pekarangan warga dan semua kegiatan ini bukan hanya mengasah kompetensi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi POLRI.

Program capacity building yang dilakukan di SPPG POLRI menambah kedalaman pemahaman. Siswa dilatih melakukan analisis data gizi wilayah dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk mengatasi malnutrisi.

Menjadi Garda Terdepan Asta Cita
Latja 2025 tak sekadar program latihan. Ia adalah wajah baru pendidikan kepolisian yang menempatkan manusia dan masyarakat sebagai pusat.

Ketika siswa Polwan belajar langsung dari kehidupan rakyat, di situlah mereka belajar arti sebenarnya menjadi pelindung, pelayan, dan pengayom.

Dalam semangat Asta Cita, POLRI bukan hanya penjaga keamanan, tapi mitra pembangunan bangsa.
#humaspolreskeptanimbar