March 14, 2026

Jalan Kaki Bersama dari Madrasah ke Masjid: Merawat Harmony Antara GTK dengan Murid MAN Kota Sawahlunto

IMG-20260214-WA0007

Sawahlunto, Suara Anak Negeri – Langit pagi yang teduh menaungi langkah-langkah putih yang beriringan pada Sabtu, 14 Februari 2026 M bertepatan dengan 25 Sya’ban 1447 H. Dari halaman MAN Kota Sawahlunto, ratusan peserta didik bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) memulai perjalanan spiritual bertajuk Tarhib Ramadhan, berjalan kaki menuju Masjid Al-Mujahidin yang berjarak kurang lebih 250 meter dari madrasah.

Kegiatan ini bukan sekadar perpindahan langkah dari satu titik ke titik lain. Ia adalah perjalanan batin, menyulam harmoni, meneguhkan ukhuwah, dan menyemai nilai kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Sebanyak 390 murid kelas X, XI, dan XII turut serta dalam kegiatan ini. Mereka berjalan berdampingan dengan Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, Kaur TU Yurmaini, unsur pimpinan madrasah, Oky Loly Weny, Syafri Ervandi, Husein Al-Hafez, Nofri Hendra, Pembina OSIM Femita Maya Dona, serta seluruh GTK di lingkungan MAN Kota Sawahlunto.

Mengenakan busana serba putih yang melambangkan kesucian dan kesiapan jiwa menyongsong Ramadhan, rombongan berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. Putih yang mereka kenakan seakan menjadi simbol niat yang bersih, hati yang lapang, serta tekad untuk memperbaiki diri.

Acara bertajuk Tarhib Ramadhan ini menjadi momentum syiar, sekaligus sarana mempererat hubungan emosional antara guru dan murid dalam suasana kebersamaan yang sederhana namun sarat makna.

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 M/25 Sya’ban 1447 H, dimulai dari halaman MAN Kota Sawahlunto dan berakhir di Masjid Al-Mujahidin, Sawahlunto. Meski hanya berjarak sekitar 250 meter, langkah yang ditempuh terasa panjang dalam makna, sebab setiap ayunan kaki membawa pesan persaudaraan dan nilai spiritual.

Kegiatan ini bertujuan untuk merajut harmony antara GTK dan murid, memperkuat jalinan komunikasi yang tidak hanya bersifat formal di ruang kelas, tetapi juga emosional dan spiritual di ruang-ruang kebersamaan.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk syiar dalam menyambut Ramadhan, menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa bulan suci tidak hanya disambut dengan ucapan, tetapi dengan kesiapan hati, kebersamaan, dan amal nyata.

Dalam keterangannya, Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang hidup dan membumi.

“Tarhib Ramadhan ini bukan sekadar seremonial. Kita ingin membangun harmoni, menghadirkan kedekatan antara guru dan murid. Ketika langkah kita seirama, hati pun diharapkan sejalan dalam kebaikan,” ujarnya.

Dafril mengapresiasi kekompakan seluruh GTK dan peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Ia menilai kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya madrasah yang religius dan humanis.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang Ramadhan, tetapi dalam berbagai momentum pembinaan karakter lainnya.

“Semoga Ramadhan yang akan kita sambut membawa keberkahan bagi keluarga besar MAN Kota Sawahlunto. Kita ingin madrasah ini tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual dan sosial,”harapnya.

Sepanjang perjalanan menuju masjid, suasana berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Para murid berjalan berdampingan dengan guru-guru mereka, tanpa sekat, tanpa jarak psikologis. Canda ringan berpadu dengan sapaan hangat, namun tetap dalam bingkai adab dan ketertiban.

Setibanya di Masjid Al-Mujahidin, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar mempersiapkan diri menyongsong bulan suci. Momentum ini menjadi ruang refleksi, bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga transfer nilai dan keteladanan.

Langkah 250 meter itu mungkin singkat secara fisik, tetapi panjang dalam jejak makna. Ia mengajarkan bahwa harmoni tidak lahir dari kata-kata semata, melainkan dari kebersamaan yang dirawat, dari perjalanan yang ditempuh bersama, dan dari hati yang saling menguatkan.

Tarhib Ramadhan di MAN Kota Sawahlunto pun menjadi bukti, bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah peradaban tempat ilmu dan akhlak bertumbuh seiring, dalam harmoni antara guru dan murid.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: Dafril, Tuanku Bandaro