April 16, 2026

Perkuat Ranah Akademik: Pimpinan dan Komite MAN Sawahlunto Duduk Bersama

IMG-20260215-WA0001

Sawahlunto, Suara Anak Negeri-Di ruang yang sederhana namun sarat makna, Sabtu (14/2/2026), langkah strategis untuk memperkuat ranah akademik kembali ditegaskan. Bertempat di ruang Kepala Madrasah MAN Sawahlunto, jajaran pimpinan dan Komite Madrasah menggelar kegiatan Duduk Bersama Koordinasi yang menghadirkan semangat kolaboratif demi masa depan pendidikan yang lebih kokoh.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, Ketua Komite Sastra TP, Sekretaris Komite Salman Datuok Bagindo, serta Wakil Kepala Bidang Kurikulum Oky Loly Weny. Duduk melingkar dalam suasana dialogis, para pemangku kepentingan membedah satu isu krusial: kekurangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Menjawab Kebutuhan, Menguatkan Mutu

Kekurangan tenaga pendidik PAI bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut denyut akademik dan pembentukan karakter peserta didik.

Dalam dinamika diskusi yang berlangsung konstruktif, semua pihak sepakat bahwa kebutuhan tersebut harus segera dituntaskan dengan langkah nyata.

Hasil pertemuan melahirkan keputusan strategis: penambahan satu orang guru PAI melalui mekanisme Surat Perjanjian Kerja (SPK) Komite. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons cepat dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas pembelajaran.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pimpinan madrasah dan komite bukan sekadar formalitas struktural, melainkan kemitraan substantif yang bergerak demi mutu pendidikan.

Apresiasi dan Harapan

Ketua Komite, Sastra TP, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kepala Madrasah dan dedikasi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

“Kami mengapresiasi keterbukaan dan komitmen Kepala Madrasah serta seluruh GTK.

Keputusan ini adalah bukti bahwa madrasah hadir dengan solusi, bukan sekadar wacana. Komite berharap langkah ini menjadi awal penguatan layanan akademik yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kualitas lulusan.”

Sekretaris Komite, Salman Datuok Bagindo, menambahkan bahwa dukungan komite merupakan bagian dari tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan pendidikan yang bermutu.

Sementara itu, Kepala Madrasah Dafril, Tuanku Bandaro menyampaikan terima kasih atas sinergi dan dukungan penuh Komite Madrasah.

“Kami berterima kasih atas komitmen dan kepercayaan Komite. Kolaborasi ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola akademik dan memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.”

Lebih lanjut, Dafril menegaskan bahwa penguatan SDM pendidik adalah fondasi utama dalam membangun madrasah unggul.

“Madrasah tidak hanya berbicara tentang angka kelulusan, tetapi tentang kualitas keilmuan dan karakter. Penambahan guru PAI ini adalah investasi jangka panjang bagi pembinaan spiritual dan intelektual peserta didik.”

Di akhir pertemuan, Tuanku berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara.

“Kami berharap sinergi antara pimpinan dan komite tetap solid, adaptif terhadap tantangan, dan progresif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada mutu.”ungkap Tuanku.

Pertemuan tersebut menegaskan satu hal penting : kekuatan madrasah terletak pada kebersamaan. Ketika pimpinan dan komite duduk sejajar, berdialog terbuka, dan mengambil keputusan kolektif, maka arah kebijakan menjadi lebih visioner dan berakar pada kebutuhan nyata.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, langkah kecil namun strategis ini menjadi penanda bahwa MAN Sawahlunto tidak sekadar berjalan, tetapi melangkah mantap menuju penguatan ranah akademik yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini bukan hanya tentang menambah satu guru PAI. Ia adalah simbol kesadaran bersama bahwa mutu pendidikan lahir dari komunikasi, komitmen, dan keberanian mengambil keputusan.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: Dafril, Tuanku Bandaro