Jiwa Bercabang
Yusuf achmad
Jiwa terbelah, ombang-ambing,
Mulut menganga tanpa arti.
Merah bibir tak bermakna.
Kekasih, kubasah bibir beraksara buta.
Sukma kering dan hampa.
Tak kuasa bibir dipaksa.
Asa tunai tak berakhir.
Kekasih, merana jiwa meronta.
Bibir ditusuk kata.
Dekat pasti ku tahu, kekasih.
Butuh bibir untuk berkata.
Nasi sebutir, bibir berseri.
Belum pasti aku kekasih.
Merintih masih bibir tersisih.
Kapan bibir jiwa bertaut kasih?
Dalam setiap kata yang tertulis.
Ada rindu yang terus berbisik.
Bibir adalah cermin jiwa yang terbelah.
Kata-kata adalah bayang dari rindu yang terpendam.
Dalam setiap kata, ada rasa yang terurai.
Dalam setiap rindu, ada cinta yang mendalam.
Kekasih, bibir ini menanti bisikan.
Kata-kata yang menyatukan jiwa yang terbelah.
Dalam setiap bait, ada harapan.
Dalam setiap rindu, ada cinta yang mendalam.
Surabaya, 2-7-2020