KERANG
Puisi Anto Narasoma
–
begitu merah kebesaran-Mu, ketika sejumlah makhluk menawarkan energi bagi jiwa dan pikiranku, Tuhan
kerang dan tawaran energi bagi tubuh,
begitu berlimpah seluas catatan tatkala kerangkerang membuka diri ke dalam ayat Cinta
maka,
tiap firman-Mu kurekam ke dalam diksi puisi
yang basah ketika kerangkerang menawarkan haru birunya air laut di antara artificial intelligencia
tanpa kacamata
kerangkerang,
setelah kutepikan pada timbunan pasir
kau buka pikiranku
ketika menikmati perkembangan ilmu dan gejolak sosial yang dibicarakan dalam artificial intelligencia setampan wajahmu
lalu,
semerah itukah gairah
kehidupan yang kubicarakan dalam kumpulan puisi lukisan malam?
kerangkerang,
coba buka mata hatimu
yang menggairahkan
lidahku ketika ribuan kata mengisahkan
selera yang lembab
di antara wajahwajah perempuan malam
Palembang
26 September 2024