KERONCONG ITULAH NADA LUKISANMU
anto narasoma
(bagi Mas Harno)
–
akhirnya kau pergi
setelah menutup
kain kanvas yang kau lukis dari balik waktu, saat sebelum rambutmu putih bercahaya
lalu suara sirine ambulan melantunkan nada-nada keroncong yang membentuk seribu
kenangan di kepalaku
o putarkan waktu
ke awal kembali, Tuhanku
seperti jarum jam yang
menghitung baik buruk
masa mudaku, dulu
dari awal sebelum awal
kau lukis wajah hari-hati bersamamu, dari batik hingga jumputan yang begitu ramah dalam
sejuta rupa
begitu rendahnya hatimu
tatkala cat dan kuas
merenda tanaman lumut
yang hijau di dalam doamu sendiri
sebab serendah lumut
dalam karyamu,
ia bertebar sebagai permadani cinta
di dinding tebing setinggi marwahmu
dari lembaran buku pertemuan itu,
kau katakan akan datang harinya nanti,
pada lukisan jumputan itu akan ada sejuta senyum di wajahmu, yang dicium kerinduan waktu pada hari-hari indah dalam karyamu
sebab
hanya tanganmu
menghadirkan sejumput lumut yang rendah setinggi dinding puncak bukit himalaya
Palembang
28 Maret 2022