KETIKA DIBUAI MIMPIMU, IBU
Oleh: anto narasoma| Sastrawan
(Hari Ibu 2025)
–
apa kabarmu, ibu?
pertanyaan itu bias ke cuaca bebas setelah
aku menatap wajahmu
dari dalam cermin waktu
masa-masa seperti terperangkap ke dalam ruang bioskop
yang kelam di sepanjang pita seluloid
karena hanya kenangan
menghadirkan wajah ibu
setelah doa-doaku terucap dari balik makammu yang penuh rumput berdebu
di bioskop itulah aku
kau peluk dalam limpahan kasih sayangmu yang sejuk setelah kau tiba di antara kerinduanku hari ini
ibu,
aku tiba di makammu
setelah suara-suara batinku menjelajahi masa lalu yang pedih perih
karena,
perjuanganmu tak hanya percikan air susumu yang membasuh air mata anakmu dalam doaku hari ini,
tapi sebujur jasadmu
di balik tanah terakhir adalah surgaku
ibu,
ingatan terakhir itu menjelma kembali
ketika ratusan kuburan
di kiri-kananmu mendoakan suasana rinduku yang lapuk ditelan waktu
dapatkah lagu-lagu
nina bobo yang kau lafalkan dengan hati itu menghiasi malam setelah aku terlena dibuai mimpi?
Palembang
22 Desember 2025