Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Kolaborasi Cerdas Literasi: Deta Mahendra Dukung Festival Pantun ASEAN, Bukti Konsistensi Membangun Peradaban

Laporan: Eka Teresia

Padang, (17 November 2025) – Semangat literasi di Ranah Minang terus membara. Sosok yang akrab disapa “Penyala”, Deta Mahendra, Dewan Pembina komunitas Penyala Literasi Sumbar dan GLN Gareulis,ikut menjadi motor penggerak dalam menyambut perhelatan Festival Pantun ASEAN. Acara kolaboratif ini dijadwalkan akan menghiasi Padang pada tanggal 16 dan 17 Januari mendatang, sebuah kerja sama apik antara Penyala Literasi Sumbar dengan Publishing dan Galeri Sastra.

Deta Mahendra tak hanya memberikan support moral, namun juga terlibat aktif mewujudkan acara yang strategis ini. Baginya, Literasi sangat Penting membangun peradaban Bangsa. Menghidupkan kembali pantun—salah satu khazanah sastra Melayu—adalah bagian integral dari upaya tersebut.

“Pantun saat ini sudah mulai ditinggalkan generasi muda karena adanya pergeseran budaya. Justru inilah saatnya kita kembali menyemarakkannya,” ujar Deta, menekankan pentingnya peran Festival Pantun ASEAN sebagai sarana revitalisasi budaya. Pergeseran zaman menuntut adanya upaya terstruktur agar generasi muda kembali terhubung dengan akar budaya lisan yang kaya makna ini.

Dukungan Deta Mahendra terhadap gerakan literasi tidak pernah kering gagasan. Ia sendiri adalah Penulis yang tidak pernah berhenti mengasah potensi literasinya. Konsistensi ini tertuang dalam tiga karya buku yang telah ia lahirkan: Menjadi Kepsek yang Dirindukan, Nawajena, dan Ada Cerita di Ujung Kertas. Tiga judul ini menjadi bukti nyata keseriusannya dalam mendalami dan menyumbang pada dunia literasi Indonesia.

Jejak prestasi Deta Mahendra diakui secara nasional. Awal tahun kemarin, ia meraih Anugerah Kepala Sekolah Berprestasi Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh JB Kreatif Nasional di Jakarta. Pengakuan terkini datang bulan ini, di mana Deta kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 Kepala Sekolah Transformatif TK Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Pencapaian Deta Mahendra, baik sebagai penulis maupun pemimpin transformatif, menegaskan bahwa Festival Pantun ASEAN berada di tangan yang tepat. Kolaborasi antara Penyala Literasi Sumbar, Publishing, dan Galeri Sastra diharapkan mampu menjangkau khalayak luas, memperkuat posisi Pantun di kancah regional ASEAN, dan mewariskan kekayaan budaya ini kepada generasi penerus.