May 26, 2026
Copilot_20251211_050557

Yusufachmad Bilintention

Adegan di Sungai

Seekor kerbau yang hendak minum di tepi sungai tiba-tiba diterkam buaya. Adegan dramatis ini sering kita lihat di televisi atau media sosial. Tidak ada tokoh jahat atau baik, tidak ada belas kasihan. Yang ada hanyalah hukum rimba: insting bertahan hidup dan naluri mencari makan.

Namun, di balik peristiwa alam itu, kita bisa membaca sesuatu yang lebih dalam: tiga energi universal yang dimiliki setiap makhluk hidup. Energi bertahan hidup, energi bersabar, dan energi berdoa. Energi batin ini, yang berasal dari Sang Pencipta, mampu menggerakkan makhluk hidup melakukan hal-hal luar biasa.
 

Energi Bertahan Hidup
Kerbau yang diterkam buaya tidak pasrah. Ia meronta, berusaha melepaskan diri, mengerahkan seluruh tenaga untuk kembali ke daratan. Inilah energi bertahan hidup: dorongan untuk melawan, melarikan diri, atau beradaptasi. Energi ini menumbuhkan tekad agar tidak menyerah, bahkan di ambang maut.
 

Energi Bersabar
Di sisi lain, buaya menunjukkan energi bersabar. Ia menggigit erat kaki kerbau, menunggu dengan tenang hingga mangsanya lelah. Kesabaran ini bukan kelemahan, melainkan strategi bertahan. Energi bersabar membuat makhluk hidup mampu menahan diri, tetap fokus, dan percaya bahwa hasil akan datang pada waktunya.
 

Energi Berdoa
Ada pula momen yang jarang diperhatikan: kawanan kerbau lain mengangkat kepala ke langit, seolah memohon keselamatan bagi temannya. Inilah energi berdoa. Kesadaran bahwa ada Tuhan yang mengatur hidup, memberi harapan, dan menjadi sandaran di tengah ancaman. Energi berdoa menumbuhkan iman, ketakwaan, dan hubungan batin dengan Sang Pencipta.
 

Manfaat Tiga Energi
Ketiga energi ini bukan hanya milik kerbau atau buaya. Manusia pun memilikinya.

  • Bagi diri sendiri, energi universal membuat kita lebih kuat, tangguh, sabar, dan bijaksana.
  • Bagi orang lain, energi ini menjadi inspirasi, menumbuhkan kepedulian, dan menjadikan kita lebih bermakna bagi masyarakat.

 

Kesimpulan
Tiga energi universal—bertahan hidup, bersabar, berdoa—adalah bekal batin yang diberikan Alloh kepada setiap makhluk. Dengan energi ini, kita mampu menghadapi tantangan hidup, memberi manfaat bagi diri sendiri, dan menebar kebaikan bagi orang lain.
Mari kita rawat dan hidupkan tiga energi universal itu dalam keseharian, agar hidup tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga memberi arti.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly