Langkah Iman RD. Ponsio Ongirwalu di Jejak Kota Tua Carcassonne
Oleh: joko
Peziarahan Hari Keenam: Dari Marseille Menuju Lourdes, Singgah di Kota Abad Pertengahan, Menyapa Keabadian Carcassonne
RD. Ponsio Ongirwalu Vikep Kevikepan KKT-MBD Pimpin Ziarah Rohani Melintasi Jejak Abad Pertengahan
http://suaraanaknegerinews.com | Marseille menjadi titik awal perjalanan hari keenam bagi RD. Ponsio Ongirwalu, Vicaris Episcopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar & Maluku Barat Daya (KKTâMBD), bersama para peziarah.
Usai menikmati serapan pagi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lourdes, kota suci di kaki Pegunungan Pirenia, Prancis Selatan, tempat di mana kesederhanaan Bunda Maria menyapa dunia melalui penampakan kepada Santa Bernadette.
Namun sebelum tiba di sana, langkah para peziarah diarahkan ke sebuah kota bersejarah yang seolah berhenti di masa lampau: Carcassonne.
Menyelami Kota Tua Carcassonne
Kota tua Carcassonne memancarkan pesona yang menghipnotis siapa pun yang menjejakinya.
Terletak di wilayah Occitanie, departemen Aude, selatan Prancis, kota ini menyimpan sejarah panjang sejak abad ke-1 SM saat didirikan oleh bangsa Romawi.
Seiring perjalanan waktu, Carcassonne silih berganti dikuasai oleh Visigoth, Saracen, dan Frank, menjadikannya saksi hidup atas dinamika kekuasaan di Eropa kuno.
Benteng Medieval yang Terawat Sempurna
Keagungan benteng Carcassonne menjadi pusat perhatian setiap peziarah dan wisatawan.
Dibangun pada abad ke-12, benteng ini membentang sepanjang tiga kilometer, mengelilingi kota tua yang masih mempertahankan keasliannya.
Dengan menara, gerbang, dan jalan batu yang sempit, kota ini bagaikan panggung besar yang menampilkan arsitektur militer abad pertengahan terbaik di Eropa.
Tidak heran jika pada tahun 1997, UNESCO menetapkan Carcassonne sebagai Situs Warisan Dunia, menjaga keindahan dan nilai sejarahnya agar terus lestari.
Kota Hidup yang Bernapas dalam Budaya
Carcassonne bukan sekadar kota museum.
Setiap tahun, kota ini hidup kembali melalui festival medieval, menampilkan teater, musik, dan pertarungan ksatria.
Ribuan pengunjung berdatangan untuk merasakan suasana abad pertengahan yang autentik, di mana masa lalu dan masa kini berpadu dalam harmoni.
Renungan di Tengah Dinding Tua
Bagi RD. Ponsio Ongirwalu, setiap langkah dalam perjalanan ziarah bukan hanya melintasi ruang geografis, tetapi juga ruang batin.
Menapaki lorong-lorong Carcassonne, beliau merenungkan bagaimana iman dan sejarah berpadu dalam satu kesatuan yang abadi.
Dinding-dinding tua bukan sekadar batu, melainkan saksi kokohnya iman manusia yang bertahan dari waktu ke waktu.
Perjalanan hari keenam menuju Lourdes meninggalkan kesan mendalam.
Carcassonne mengajarkan bahwa iman dan sejarah tidak terpisah, keduanya saling menguatkan dan meneguhkan setiap langkah.
Peziarahan ini bukan hanya tentang tempat suci, tetapi juga tentang menemukan makna di setiap perjalanan hidup.