April 18, 2026

Lolos Sebagai Pilot Project Pembangunan Zona Integritas: MAN Kota Sawahlunto Perkuat Layanan Digitalisasi

IMG-20260414-WA0002

Sawahlunto, Suara Anak Negeri — Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Madrasah Nomor 1710 Tahun 2026 tentang penetapan madrasah sebagai Pilot Project Pembangunan Zona Integritas, MAN Kota Sawahlunto resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 44 madrasah di Sumatera Barat yang dipercaya mengemban amanah strategis tersebut.

Penetapan ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan tonggak awal menuju transformasi budaya kerja yang bersih, transparan, dan melayani. Sebagai bentuk keseriusan, Kepala MAN Kota Sawahlunto bersama jajaran pimpinan telah menandatangani Pakta Integritas, yang kemudian diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan pada Sabtu, 11 April 2026.

Momentum tersebut menjadi ikrar kolektif dalam meneguhkan komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro dalam arahannya memaparkan sembilan langkah strategis sebagai fondasi kokoh dalam membangun Zona Integritas :

1. Penguatan komitmen bersama seluruh warga madrasah

2. Penataan manajemen perubahan yang terstruktur dan berkelanjutan

3. Penataan tata laksana berbasis sistem yang efektif dan efisien

4. Penataan sistem manajemen SDM yang profesional dan berintegritas

5. Penguatan akuntabilitas kinerja melalui perencanaan dan evaluasi yang jelas

6. Penguatan pengawasan internal untuk mencegah praktik menyimpang

7. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, tepat, dan transparan

8. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap lini layanan

9. Monitoring dan evaluasi berkelanjutan sebagai alat ukur keberhasilan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan komitmen kolektif seluruh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan).

“Zona Integritas bukan hanya program, tetapi budaya. Kita harus bergerak bersama, satu visi, satu langkah, untuk menghadirkan madrasah yang bersih dan melayani sepenuh hati,”ujarnya penuh semangat.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penguatan layanan berbasis digitalisasi. Di era transformasi digital saat ini, pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel hanya dapat terwujud melalui sistem yang terintegrasi.

Dafril dalam pandangannya menyampaikan harapan besar terhadap langkah progresif ini. Ia menilai bahwa digitalisasi bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga jalan menuju peningkatan kepercayaan publik.

“Digitalisasi layanan akan menjadi wajah baru madrasah. Dari sinilah transparansi dibangun, efisiensi diciptakan, dan kepercayaan masyarakat diperkuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha MAN Kota Sawahlunto, Yurmaini, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung seluruh proses administrasi berbasis digital.

“Kami terus berbenah. Sistem administrasi akan diarahkan berbasis digital agar lebih tertib, cepat, dan mudah diakses. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah terukur, komitmen yang kuat, serta semangat perubahan yang menyala, MAN Kota Sawahlunto kini menapaki jalan besar menuju predikat WBK dan WBBM. Lebih dari sekadar target, ini adalah gerakan moral—mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas dan pelayanan.

Di tengah denyut kota tambang yang sarat sejarah, MAN Kota Sawahlunto kini menulis babak baru : babak tentang kejujuran, profesionalitas, dan pelayanan tanpa cela. Sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi masa depan pendidikan Indonesia.