Lukisan Senja dari Timur
Oleh: Rizal Tanjung
–
Di wajahmu, kulihat musim semi yang abadi,
Lembut bak kelopak bunga, perlahan jatuh dalam hening.
Alismu, laksana cakrawala di ujung kuas pelukis,
Melukis damai yang tak tergoyahkan di langit hatiku.
Kulitmu seputih embun pagi,
Lembut dan tenang, serupa irama dalam syair kuno.
Bibir merahmu, kala terbuka perlahan,
Bagaikan mawar bulan Mei, mekar tanpa suara, mengguncang jiwaku.
Matamu, laksana dua bulan sabit di langit malam Hangzhou,
Mengucap bahasa rindu yang akan selalu kuingat.
Dalam tatapanmu mengalir irama puisi,
Melebihi keabadian bait Li Bai dan Du Fu.
Kecantikanmu tak hanya secantik legenda Xishi,
Tapi juga menenangkan, seperti senja di Danau Barat.
Wajahmu adalah altar keindahan,
Tempat semua doaku berhenti, meski kau tak pernah tahu.
Angin pun berhenti kala senyummu muncul,
Langit enggan berkedip sekejap pun,
Takut melewatkan keajaiban dalam momen ini—
Dirimu, lukisan hening dan suci dari Timur nan jauh.
Sumatera Barat, 2025