Lunturnya Pesona Ledek Joget
Oleh : Nanik Susanti)*
–
Pada tahun 1980-an, ledek joget berada di puncak kejayaannya. Seni pertunjukan ini merupakan hiburan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat, terutama di pedesaan. Saat malam tiba, masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan para penari ledek yang gemulai menari dengan iringan musik tradisional gamelan. Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul, tertawa, dan menikmati suasana yang penuh semangat. Ledek joget bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi warga desa untuk bertemu, berbincang, dan bersilaturahmi.
Namun, seiring berjalannya waktu, minat terhadap ledek joget mulai memudar. Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam cara masyarakat menikmati hiburan. Kini, banyak yang lebih memilih menikmati tontonan dari gawai mereka. Kehadiran internet dan media sosial membuat dunia hiburan lebih bervariasi dan menarik. Musik campursari modern dan fenomena K-pop menjadi magnet baru bagi masyarakat, terutama kalangan muda. Mereka lebih tertarik menonton video musik di YouTube atau mendengarkan lagu-lagu populer daripada datang ke acara ledek joget.
Situasi ini semakin diperparah dengan adanya pandemi yang membuat aktivitas sosial masyarakat berkurang drastis. Kumpul-kumpul seperti menonton ledek joget digantikan oleh karaoke di rumah, atau bahkan menonton serial di Netflix. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, sehingga acara-acara seni tradisional semakin terlupakan.
Selain itu, semakin sedikit generasi muda yang tertarik untuk mempelajari seni ledek joget, apalagi menjadikannya profesi. Bagi mereka, profesi sebagai ledek dianggap kurang menjanjikan dan tidak sesuai dengan gaya hidup modern. Tantangan budaya ini menjadi semakin nyata ketika banyak anak muda merasa lebih “gaul” jika terlibat dalam dunia seni modern ketimbang mempertahankan tradisi.
Melihat hal ini, kaum tua merasa semakin terpanggil untuk melestarikan seni ledek joget. Mereka berusaha mengenalkan kepada generasi muda bahwa ledek joget adalah seni tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting. Seni ini adalah warisan turun-temurun yang sudah seharusnya dijaga dan dipertahankan. Meski berat, mereka terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal agar ledek joget tidak hilang ditelan zaman, melainkan tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Nanik Susanti)* adalah Kreator Cerdas AI Dukuh Doplang Desa Doplang Kecamatan Jati
Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.