May 17, 2026

Masuk 10 Nominator dari 1743 Peserta Lomba Puisi Tingkat Sumbar: Aisyah Vine Rianda Harumkan Nama MAN Kota Sawahlunto

IMG-20260331-WA0037

Sawahlunto, Suara Anak Negeri — Tiga hari pasca dinobatkan sebagai Duta Penyala Literasi Sumatera Barat, Aisyah Vine Rianda kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan intelektualnya. Kali ini, ia dinyatakan lolos dan masuk dalam 10 besar nominator terbaik Kompetisi Puisi tingkat Sumatera Barat, sebuah ajang prestisius yang mempertemukan ribuan bakat muda dari berbagai penjuru daerah.

Tak tanggung-tanggung, Aisyah mampu menyisihkan 1.743 peserta lainnya yang berasal dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK se-Sumatera Barat. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti ketekunan, ketajaman rasa, dan kedalaman jiwa yang terpatri dalam setiap bait puisi yang ia ciptakan.

Kabar membanggakan ini diumumkan langsung oleh panitia pelaksana melalui akun media sosial Penyala Literasi Sumatera Barat, sekaligus dikirimkan secara resmi kepada Kepala Madrasah pada Senin malam, 30 Maret 2026.

Undangan kehormatan pun menyusul, ditujukan kepada Aisyah bersama Kepala MAN Kota Sawahlunto untuk menghadiri seremoni penghargaan yang akan digelar pada Jumat, 03 April 2026 di Gubernuran Sumatera Barat.

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, menyambut penuh suka cita capaian tersebut. Dengan wajah sumringah dan nada penuh kebanggaan, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi yang diraih siswinya.

“Prestasi ini bukan hanya milik Aisyah, tetapi juga kebanggaan seluruh keluarga besar MAN Kota Sawahlunto. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat literasi yang terus kita bangun mampu melahirkan generasi unggul,” ujar Dafril yang akrab disapa Tuanku.

Ia juga menambahkan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang harmonis antara siswa dan guru.

Tuanku secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada guru Bahasa Indonesia, Rita Elmiza dan Dilla Maiyuhel Fitri, yang telah membimbing Aisyah dengan penuh dedikasi dan kesabaran.

“Kami sangat berterima kasih atas komitmen luar biasa para guru. Bimbingan yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepekaan rasa dan kepercayaan diri siswa, menjadi kunci keberhasilan ini,” lanjutnya.

Dafril berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung setiap potensi yang dimiliki peserta didik.

Sementara itu, Rita Elmiza dan Dilla Maiyuhel Fitri mengaku bangga dan terharu atas capaian Aisyah. Mereka menilai Aisyah sebagai sosok yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki etos belajar yang tinggi.

“Aisyah adalah siswa yang tekun, peka, dan memiliki kedalaman rasa dalam menulis. Ia tidak sekadar merangkai kata, tetapi menghidupkan makna di dalamnya. Kami hanya mengarahkan, selebihnya adalah hasil kerja keras dan kecintaannya pada sastra,”ungkap mereka.

Di sisi lain, Aisyah Vine Rianda tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berbinar dan suara yang bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

“Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi saya. Terima kasih kepada guru-guru saya, orang tua, dan teman-teman yang selalu memberi semangat. Saya hanya ingin terus menulis, menyuarakan rasa, dan membawa nama baik madrasah saya,” tuturnya lirih.

Prestasi ini menjadi penanda bahwa dari kota kecil yang sarat sejarah, lahir generasi muda yang mampu berbicara di panggung besar melalui kata-kata. Aisyah Vine Rianda telah membuktikan bahwa puisi bukan sekadar rangkaian aksara, melainkan jembatan menuju prestasi dan pengabdian bagi negeri.