Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Mempersiapkan Bekal Perjalanan Menuju Akhirat

Tausiah Religi
Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
==============
KULIAH SHUBUH
Selasa , 02 Desember 2025 (11 Jumadil Akhir 1447 H)

Mempersiapkan Bekal Perjalanan Menuju Akhirat

Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Terlebih dahulu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar – benarnya , yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) dan rasul-Nya Muhammad ﷺ serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad ﷺ .

Sebagai orang Islam yang beriman pada Allah dan rasul-Nya tentu kita ingin masuk ke golongan orang – orang ahli surga.
Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan bekal untuk akhirat kelak.

Manusia tidak selamanya hidup di dunia.
Pada waktunya manusia akan berpulang dan menjalani alam yang kekal, yaitu akhirat.

Setiap perbuatan manusia di dunia akan dipertanggung-jawaban di akhirat kelak.
Amal yang telah dikerjakan baik yang ringan maupun yang berat akan dihitung dan dihisab.

Surga dan neraka akan menjadi tempat tinggal manusia di akhirat.
Manusia akan mendapatkan kenikmatan jika masuk surga, sebaliknya di neraka akan mendapat siksa.

Sebagai orang Islam yang beriman pada Allah dan rasul-Nya tentu kita ingin masuk ke golongan orang – orang ahli surga.
Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan bekal untuk akhirat kelak.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dengan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Apakah kita masih merasa tenang dan santai dengan kehidupan dunia yang penuh dengan cobaan dan fitnah?
Tidakkah kita bisa merasakan bahwa kita semakin lama semakin dekat dengan alam akhirat dan semakin jauh dari alam dunia?
Apakah cerita ummat-ummat terdahulu tidak menjadikan kita sadar?
Cerita dari hal-hal yang pernah terjadi, semua itu sudah lewat serasa mimpi ketika kita tertidur.
Semua hal yang dilakukan telah dicatat dalam buku catatan amal.
Selanjutnya dia akan dikembalikan kepada Allah SWT untuk menerima konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan.

Allah SWT berfirman:
“Di tempat padang Mahsyar, tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.” (QS.Yunus ayat 30)

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Perlu kita ketahui bahwa, dalam cerita ummat-ummat terdahulu mengandung pelajaran untuk kita semua, apabila kita mau menjadikannya sebagai bahan renungan.
Perlu kita ingat bahwa, semakin hari kiamat semakin dekat, akan tetapi mengapa kita masih sering tenggelam dalam perilaku maksiat?

Apabila kita masih seperti itu, maka amal apa yang akan kita bawa saat menghadap Allah SWT di akhirat kelak?
Kehidupan seperti apa yang kita inginkan di akhirat nanti?

Waktu penghitungan amal semakin dekat, akan tetapi apakah masih banyak di antara kita yang tidak memperhatikannya?

Allah SWT berfirman:
“Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai dengan dunia, berpaling dari akhirat.”(QS. Al-Anbiya’ ayat 1)

Sebenarnya kita semua akan berkumpul bersama orang – orang terdahulu hingga orang yang paling akhir.
Kita akan dihitung dan ditanya mengenai amal – amal yang telah kita kerjakan, baik amal yang ringan maupun yang berat.
Lalu kita akan masuk ke surga yang penuh dengan kenikmatan atau masuk ke neraka yang penuh dengan siksaan.

Maka dari itu, marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta mengoreksi diri kita masing-masing sebelum kita menghadap kehadirat Allah SWT.

Amirul Mu’minin Umar bin Khathab Ra. berkata:
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi.
Timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang.
Dan persiapkanlah bekal untuk pertemuan akbar atau besar.
Hari di mana akan ditampakkan semua dari kalian dan tidak ada yang tersembunyi.”

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته