April 22, 2026
71878ae4-5dc1-4254-b139-3d2b42255c8b

Aku duduk di lepau menanti Ramadan, Sebentar lagi
bulan yang lebih baik dari seribu bulan itu, meramaikan masjid, buka puasa, salat tarawih, i’tikaf.

Bulan yang dinantikan segenap umat Islam dari seluruh penjuru dunia, berlomba-lomba memeroleh
kedamaian, memetik keindahan dan ghufraan

Syahrul Quran, syahrul qiyaam, syahrush shiyaam
Bulan istimewa membawa cahaya kebaikan bagi yang merindukannya.

Dari lafaz doa dan ayat mengalun ditarikan nafasku,
seakan hidupku akan berakhir dan melakukan perjumpaan dengan Sang Khalik.

Dari tiap zikir memecah kebisuanku tentang silaunya dunia,
Kini tenggelam bersama romantisme tuk meraih kekal abadi di alam akhirat.

Ramadan yang kunanti dari sisa-sisa usia perjalanan hidupku,
Beribu-ribu rindu kupersembahkan, walau kekuatan tulang tak sekuat menopang pohon dan
dari sisa-sisa tenaga kecil yang tak sempurna berdiri rukuk dan sujud.

Aku hamba yang tak layak takabur atas semua rezeki yang Engkau hadirkan.
Maka Ramadan yang melipatgandakan pahala, kuingin mengisi ruang kebaikan itu dengan senyum wudhuku.

Aku menyadari, telah menggapai kemewahan dunia tak kekal, maka bersihkanlah dari semua debu dan kotoran yang hinggap,
agar cahaya keimanan dan kebenaran mengalir ke tubuhku dengan tenang dan damai,
sedamai dan setenang hatiku menyambutmu sebagai tamu istimewaku.

Somba Opu, Sulsel, Jumat, 7 Februari 2025