Mengenang Romo Mudji Sutrisno
Imam B. Prasodjo | Sosiolog
–
Suara Anak Negeri News | Saat acara penyerahan anugerah Kick Andy Award di MetroTV, saya beberapa kali duduk bersebelahan dengan Romo Mudji di baris terdepan karena kami sama-sama menjadi anggota dewan juri.
Dalam acara seperti ini para juri memang biasanya diundang, dan bahkan sering dilibatkan dalam penyerahan plakat kepada para penerima penghargaan.
Nah, dalam peristiwa ini, ada kejadian yang selalu saya kenang terkait Romo Mudji. Seperti saya ceriterakan sebelumnya bahwa hubungan persahabatan saya dengan Romo Mudji sangat cair, sering ngobrol serius tapi diselingi dengan bercanda. Saya pun sering menimpali candaan Romo Mudji secara bebas, karena Romo satu ini pembawaannya rileks tak mudah tersinggung.
Nah ini yang saya mau ceriterakan. Suatu ketika, pada saat acara penyerahan anugerah Kick Andy Award di MetroTV (lupa tanggalnya), saya duduk bersebelahan dengan Romo Mudji. Di sebelah Romo Mudji, seingat saya duduk Bu Nila Moeloek (saat itu menjabat Menteri Kesehatan).
Biasanya, dalam penganugerahan Kick Andy Award di MetroTV, acara sering diselingi dengan acara pertunjukan musik dan tarian. Saat para penari menampilkan tariannya, sering terlalu maju ke depan. Para penonton barisan terdepan tentu merasakan jarak dengan penari yang terlalu dekat.
Karena saya duduk berdampingan bersama Romo Mudji, seorang rohaniawan, entah mengapa saat itu saya agak usil dengan Romo Mudji. Saya menengok ke arah wajah Romo Mudji karena ingin tahu reaksi wajah Romo Mudji saat para penari perempuan itu berlenggang-lenggok di hadapannya. Saat Romo Mudji sadar bahwa saya memperhatikan Romo Mudji, ia spontan berkata pada saya sambil tersenyum lucu, “Apa lihat-lihat?”
Saya pun menjawab menggoda, “Emang nggak boleh. Saya cuma ingin membuktikan bahwa Romo juga manusia biasa”.
Mendengar jawaban saya, Romo Mudji langsung tertawa terbahak lepas, seperti terhibur dengan candaan saya. Bu Nila Moeloek yang mendengar candaan ini, juga ikut tertawa.
Saat seorang sahabat baik meninggalkan kita, banyak sekali kenangan baik kembali muncul membawa kebahagiaan hati.
Selamat jalan Romo Mudji. Semoga kedamaian abadi menyertai anda. (*)