May 10, 2026

Puisi Mulyadi J. Amalik

Berkali-kali hilal mengetuk pintu rumahku.
“Apakah engkau sudah memasak kue Lapan Jam dan ketupat?”
Begitu tanyanya.
“Aku punya kue lebih dari Lapan Jam dan daging rendang rempah Palembang,” jawabku.
Hilal akan bertamu bila Idul Fitri tiba saatnya.
Aku bersiap menjamunya sembari menunggu takbir bertalu.
Perubahan siang-malam bagai injury time hari pertimbangan.
Dosa-dosa diampuni-Nya dan tiap kebaikan diimbal kasih sayang lahir batin.
Kuharap hilal membawakan catatan nota perniagaan dengan Tuhan.
Adakah utang yang wajib kubayar dan berapa simpanan saldo pahala di tabungan.
Bila hilal nanti mengetuk kembali pintu rumahku.
Kuingin cintaku sudah masak di loyang waktu-Nya.

Peneleh, Surabaya: 28/03/2025.