Merah Putih di Bibir, Abu-abu di Hati
Era Nurza
–
Merah bukan lagi nyala keberanian
ia diperas jadi tinta pidato
dijual di panggung kampanye
sementara darah rakyat
menjadi tanda baca yang dilupakan
Putih bukan lagi suci dan tulus
ia dilipat jadi kain janji
disulap jadi topeng pemimpin
lalu ternoda oleh genggam rakus
yang tak tahu arti malu
Merah putih berkibar gagah di tiang
tapi sering kalah di meja perundingan;
ia dijunjung tinggi di upacara
namun diinjak diam-diam
oleh langkah-langkah yang menukar negeri dengan kepentingan
Wahai warna yang semestinya abadi
betapa getir engkau diseret-seret
sebagai ornamen kebohongan
Merah putih, kau tetap indah
sayang, banyak hati
yang memilih buta warna
Padang, Agustus 2025