April 18, 2026

Misi Kasih dari Altar: Pastor Ponsianus Beri Intensi Khusus bagi Pendidikan Anak-Anak Hebat

Oleh : Johanis Kopong

Misa Penutupan Novena Santo Yudas Tadeus Menjadi Momentum Spiritualitas dan Kepedulian

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Sabtu 5 Juli 2025 – Suasana pagi yang sejuk dan hening di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar terasa istimewa.

Misa harian yang dipimpin oleh RD Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki setempat, berlangsung khidmat dalam rangka penutupan Novena Santo Yudas Tadeus, yang dikenal pula dengan sebutan “KHY Pung Carita”.

Namun ada yang berbeda hari ini: anak-anak hebat, sebutan penuh kasih dari RD Ponsianus untuk anak-anak yang setia mengikuti misa pagi, mendapatkan perhatian istimewa dari altar.

Anak-Anak, Wajah Masa Depan Gereja

Dalam homilinya, RD Ponsianus Ongirwalu menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya membentuk hati dan iman anak-anak sejak dini. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai tanda nyata bahwa misi Gereja hidup dan berdenyut di tengah generasi penerus.

“Dalam diri anak-anak hebat ini, saya temukan misi perutusan Tuhan. Mereka hadir dengan kesetiaan dan sukacita, mengikuti misa pagi sebagai tanda bahwa masa depan Gereja sungguh ada,” ucap RD Ponsianus.

Sebagai bentuk cinta dan kepeduliannya, RD Ponsianus memberikan intensi khusus dalam misa pagi tersebut bagi kebutuhan sekolah anak-anak itu. “Walau nilainya kecil,” ujarnya dengan rendah hati, “tapi biarlah ini menjadi benih berkat dan semangat.”

Doa Misi: Hati yang Terbuka untuk Dunia

Setelah misa, Pastor dan anak-anak bersama-sama mendaraskan Doa untuk Misi, sebuah seruan iman yang mengajak mereka untuk membuka hati dan menjadi saksi kasih Tuhan bagi dunia.

“Perbaharuilah semangat misioner kami. Jadikanlah kami saksi-saksi akan kebaikan-Mu; supaya kami penuh kasih, penuh daya dan iman, demi kemuliaan-Mu dan penyelamatan dunia ini,” demikian kutipan dari doa yang menyentuh hati.

Salam Harapan dari Ratu Norkit Monuk Dedesar

Sebagai penutup, dengan nada penuh kasih, RD Ponsianus menyerukan salam dan harapan:
“Salve… Ratu Norkit Monuk Dedesar, Kidabela.”

Sebuah ungkapan simbolik yang merefleksikan harapan dan cinta bagi seluruh umat di Kepulauan Tanimbar, agar tetap menjadi pribadi yang rendah hati namun penuh daya kasih dan pelayanan.

HKY Pung Carita bukan hanya kisah tentang misa penutupan novena, tetapi juga kisah tentang kasih, harapan, dan masa depan Gereja yang hidup di dalam hati anak-anak hebat.