May 25, 2026
Bayang Hitam

Yusuf Achmad

Aku melihat bayang hitam lembut mengambang dalam wadah. Wadah yang terlupakan, bau, dan menyedihkan namun tetap dibutuhkan. Wadah yang menampung segala kotoran yang mengotori hidupku. Bayang itu mengingatkanku pada dosa, sakit, dan harapan yang telah berlalu.

Aku merasakan segaris luka yang menusuk dan mengusik pikiranku. Luka yang menghambat dan mengganggu keinginanku. Luka yang tetap menganga, menghantui hati dan raga. Luka dari masa lalu yang kelam dan penuh kesalahan.

Aku mendengar nafsu yang selalu memburu dan tak terbendung. Nafsu yang membuatku lupa, tersesat, dan linglung. Nafsu yang membuatku iri, dengki, dan bingung. Nafsu yang membuatku bersalah dan terperosok dalam dosa.

Aku menyentuh bayang hitam yang lembut. Bayang yang membuatku resah dan kalut. Bayang yang harus disucikan, bukan hanya perut. Bayang yang harus kupulihkan dari hati hingga jiwaku.

Surabaya, 4-11-2023