May 26, 2026

RD. Ponsianus Ongirwalu: HKY Berbagi Kasih untuk Anak-Anak Hebat

Oleh: joko

Penutupan Novena Bunda Penolong Abadi, Pastor Ongirwalu Ajak Umat Menjadi Berkat, Tebarkan Kasih Melalui Berkat untuk Anak-Anak Sekolah

HKY Paroki Hati Kudus Yesus hadirkan semangat berbagi setelah Novena Bunda Penolong Abadi, tidak ada sutera yang lebih lembut dari belaian seorang ibu, dan tidak ada senyum yang lebih indah daripada senyum seorang ibu, doa dan kasih dipersembahkan bagi anak-anak hebat, generasi penerus Gereja dan bangsa.”

http://suaraanaknegerinews.com | Sabtu pagi, 30 Agustus 2025, suasana hening dan khidmat menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Umat berkumpul dalam Misa yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Ponsianus Ongirwalu.

Hari itu menjadi momen istimewa karena Misa dirangkaikan dengan penutupan Novena Bunda Penolong Abadi, sekaligus menghadirkan wujud nyata kepedulian Gereja bagi anak-anak hebat di wilayah tersebut.

Pesan Kasih Seorang Ibu

Dalam homilinya, Pastor Ongirwalu menyampaikan refleksi penuh makna tentang cinta seorang ibu. Kata-katanya menggugah hati umat yang hadir:

“Keajaiban dalam hidup, terlahir dari rahim seorang ibu. Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu. Tidak ada tempat yang paling nyaman selain di pangkuan seorang ibu. Tidak ada bunga yang lebih cantik selain senyuman seorang ibu. Seorang ibu akan mengorbankan kebahagiaan dirinya demi kebahagiaan anaknya. Ibu bisa menggantikan siapapun, tetapi tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun.”

Suasana gereja seakan terhanyut dalam keheningan penuh syukur. Kata-kata itu mengingatkan setiap pribadi pada kasih tanpa syarat yang diteladankan oleh seorang ibu.

Doa dan Berkat untuk Anak-Anak Hebat

Selain renungan, Pastor Ongirwalu juga meneguhkan doa khusus bagi anak-anak. Ia memohon agar mereka selalu bertumbuh sebagai pribadi yang taat, takut akan Tuhan, serta rajin belajar demi menggapai cita-cita.

“Tuhan, satu hal yang kupinta pada-Mu: berkatilah anak-anak hebat ini agar mereka selalu menjadi anak yang taat dan takut akan Engkau. Belajar dengan tekun untuk meraih cita-citamu,” doanya penuh kasih.

Sebagai wujud nyata kepedulian, dari intensi Misa pagi itu, anak-anak pun menerima sedikit berkat untuk membantu mereka jajan di sekolah. Sebuah tanda sederhana, namun sarat makna cinta dan kebersamaan.

Salam Kasih dan Penutup

Misa ditutup dengan sapaan penuh sukacita dan doa berkat bagi seluruh umat. Syalom, salve, dan ungkapan syukur menggema di antara jemaat.

Bahasa doa dan nama seperti Ratu Norkit Monuk Dedesar, Ubilaa Norang Ita Didtinemun, hingga Kidabela turut disebut, menandai kebersamaan yang erat antara umat dan gembalanya.