May 10, 2026
a4

anto narasoma

coba lihat ke belakang,
tapak-tapak kakimu mengular sejauh
perjalanan dari jejak
ke jejak kehidupan

seperti skenario,
melukiskan cerita
di sepanjang pita seloluid yang memancar ke dinding bertirai seputih kain kafan

o, usiamu begitu ranum, empuk, dan menawarkan seribu kisah yang berkelindan di kedalaman pikiran itu

maka,
cobalah kau cermati
detak jantung
yang mengucap-ucap segala firman, ketika kau tulis seribu berita
di dalam pertikaian kehidupan

memang,
usia tak sekadar hitung-hitungan matematika.
dan, bukan pula
kadar kesesatan yang membesarkan dada

sebab,
dalam tiap kali napasmu mengarungi petak-petak kehidupan,
30 juz firman-Nya membuka matamu
dari peristiwa ada sebelum tiada

sebab,
titik dasar dari garbah kehidupan itu, melahirkan sebatang usiamu yang selalu berbisik ke dalam gendang telingamu sendiri

maka,
catatan itulah yang menetapkan angka-angka musikal
ke dalam notasi usia kita tatkala bersenandung
di antara pahit getirnya jejak perjalanan

maka,
selamat menempuh perjalanan panjang,
di atas sepotong bambu
yang diam-diam rebah menjadi tanah

Palembang
17 Januari 2025