PADA USIAMU
anto narasoma
–
coba lihat ke belakang,
tapak-tapak kakimu mengular sejauh
perjalanan dari jejak
ke jejak kehidupan
seperti skenario,
melukiskan cerita
di sepanjang pita seloluid yang memancar ke dinding bertirai seputih kain kafan
o, usiamu begitu ranum, empuk, dan menawarkan seribu kisah yang berkelindan di kedalaman pikiran itu
maka,
cobalah kau cermati
detak jantung
yang mengucap-ucap segala firman, ketika kau tulis seribu berita
di dalam pertikaian kehidupan
memang,
usia tak sekadar hitung-hitungan matematika.
dan, bukan pula
kadar kesesatan yang membesarkan dada
sebab,
dalam tiap kali napasmu mengarungi petak-petak kehidupan,
30 juz firman-Nya membuka matamu
dari peristiwa ada sebelum tiada
sebab,
titik dasar dari garbah kehidupan itu, melahirkan sebatang usiamu yang selalu berbisik ke dalam gendang telingamu sendiri
maka,
catatan itulah yang menetapkan angka-angka musikal
ke dalam notasi usia kita tatkala bersenandung
di antara pahit getirnya jejak perjalanan
maka,
selamat menempuh perjalanan panjang,
di atas sepotong bambu
yang diam-diam rebah menjadi tanah
Palembang
17 Januari 2025