Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Papua: Ketika Korupsi Menjadi Kekerasan Struktural dan Pendidikan Integritas Menjadi Jalan Keselamatan

Laporan Paulus Laratmase

Ikatan Dosen Katoli Indonesia (IKDKI)  Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya melaksanakan Seminar Nasional dengan Tema: Akselari Aksi dan Kontribusi Dosen Katolik dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua.

Dalam sambutan pembukaan Seminar Nasional IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya, dalam rangka HUT IKDKI ke-6, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M. yang adalah Rektor Universitasn Caritas Indonesia Manokwari, menegaskan bahwa korupsi di Papua bukan saja pelanggaran administratif, melainkan bentuk kekerasan struktural yang merampas hak dasar masyarakat atas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ia menyoroti bagaimana banyak proyek pembangunan berhenti sebatas laporan, sementara dana publik tak pernah benar-benar mengalir ke masyarakat kampung yang paling membutuhkan. “Ketika dana publik hilang, yang hilang adalah masa depan anak Papua,” ungkapnya.

Prof. Roberth mengkritisi pelemahan sistem hukum nasional, terutama setelah revisi UU KPK 2019 yang dianggap membuat lembaga antirasuah kehilangan daya tempur. Di Papua, dampaknya terlihat jelas: elite politik berjalan tanpa kontrol, proyek-proyek besar berputar pada lingkaran kekuasaan yang sama, dan proses hukum kerap memberi hukuman ringan bagi para pelaku korupsi. Ia menilai situasi ini menciptakan budaya impunitas yang berbahaya. “Ketika hukum lemah, koruptor menjadi raja,” tegasnya, sambil mengingatkan bahwa keadilan sosial mustahil tercapai tanpa penegakan hukum yang tegas dan independen.

Menutup sambutannya, Prof. Roberth menegaskan bahwa pencapaian SDG 16, institusi yang kuat, keadilan, dan perdamaian, tidak akan pernah terwujud jika kebocoran anggaran terus terjadi. Ia menyerukan agar akademisi, tokoh adat, tokoh agama, perguruan tinggi Katolik, pemerintah, serta seluruh peserta seminar menjadi garda moral dalam membangun budaya integritas di Papua. “Perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan menghadirkan peradaban yang adil,” katanya.

Sambutan lengkap Prof. Roberth dapat disaksikan melalui tautan: https://youtu.be/0Gmn8cu9DO8