Edrawati, M.Pd.
–
Padang, 14 November 2025, Komunitas Belajar (KOMBEL) Sarumpun SMPN 13 Padang kembali menghadirkan ruang bertumbuh bersama bagi seluruh guru melalui kegiatan rutin yang sarat inspirasi dan kolaborasi. Pada pertemuan kali ini, KOMBEL Sarumpun mengusung tema Bimtek Penyusunan Soal Berbasis Pembelajaran Mendalam, Menantang, Berpikir Kritis, Kreatif, dan Kolaboratif, sebuah tema yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala SMPN 13 Padang,Bapak Zulfarno, S.Ag.,M.Pd. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dalam proses pembelajaran. Beliau mengajak seluruh guru untuk tidak lagi terpaku pada pola soal konvensional yang hanya menilai daya ingat, tetapi mulai merancang pertanyaan yang mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Untuk mencetak generasi yang tangguh, inovatif, dan mampu memecahkan masalah, kita perlu memantik rasa ingin tahu murid melalui soal-soal yang menantang dan bermakna. Melalui kegiatan KOMBEL ini, kita belajar bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten, Ibu Lily Yofita, S.Pd., Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Padang, yang dikenal memiliki kemampuan penyampaian materi yang inspiratif dan praktis. Dengan gaya modern, jelas, dan komunikatif, beliau mengajak para guru untuk memahami hakikat penyusunan soal berbasis pembelajaran mendalam.

Menurut beliau, asesmen yang baik bukan hanya mengukur pemahaman, tetapi memancing potensi terbaik murid. “Soal yang menantang akan membuat murid berpikir, menganalisis, berdiskusi, hingga berkolaborasi. Kita bukan lagi menilai hafalan, tetapi membangun kemampuan berpikir yang mereka butuhkan di masa depan,” jelasnya.
Kehadiran Ketua KOMBEL Sarumpun, Ibu Heny Indrayani, S.Pd.Kons. turut memberi penguatan dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa komunitas belajar adalah ruang berbagi praktik baik, tempat guru bisa tumbuh dalam kebersamaan. “Tidak ada guru hebat yang berjalan sendiri. Kita hebat karena saling belajar,” katanya.
Yang membuat kegiatan ini semakin hangat adalah antusiasme para guru yang tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga memberikan komentar dan refleksi pribadi mereka setelah proses diskusi dan praktik penyusunan soal.
Salah satu guru, Ratna Yani, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka perspektif baru baginya.
“Selama ini saya pikir menyusun soal itu hanya tentang tingkat kesulitan. Tapi setelah mengikuti Bimtek ini, saya paham bahwa soal itu harus membawa murid masuk ke proses berpikir mendalam dan harus suai dengan kaidah penulisan soal.Saya merasa tertantang sekaligus bersemangat untuk mencoba membuat soal yang benar,” tuturnya.
Sementara itu, Ibu Yusmarni, S.Pd., menyampaikan bahwa latihan praktik yang diberikan sangat membantunya melihat kelemahan dan kelebihan soal yang ia buat.
“Kami tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung praktik dan berbagi dengan teman sejawat. Dari situ saya tahu mana soal yang sudah menantang, mana yang perlu direvisi dan harus menggunakan stimulus yang tepat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Pada sesi inti, narasumber memberikan panduan penyusunan soal yang selaras dengan kurikulum merdeka, menekankan hal-hal penting: kesesuaian dengan capaian pembelajaran dan materi,menyusun kisi-kisi, merumuskan indikator capaianpembelajaran soal( stimulus, konteks baru, dan proses berpikir tingkat tinggi serta menulis soal sesuai dengan kaidah penulisan soal. Sesi latihan penyusunan soal dan diskusi kelompok pun berjalan sangat dinamis, menunjukkan semangat guru dalam mengasah kemampuan mereka.
Di akhir kegiatan, Ibu Lily memberikan pesan yang membekas:
“Setiap soal yang Bapak Ibu buat adalah pintu bagi murid untuk memasuki dunia pengetahuan. Mari kita jadikan setiap pintu itu bermakna.”
Melalui komunitas belajar yang kuat, guru-guru tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya belajar yang berkelanjutan.
KOMBEL Sarumpun terus tumbuh karena pendidikan yang hebat lahir dari guru-guru yang tidak berhenti belajar.