Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Prof. Agustinus: Dosen Katolik Didorong Perkuat Aksi SDGs di Papua, IKDKI Tegaskan Peran Akademisi dalam Pembangunan Berkelanjutan

Laporan Paulsu Laratmase

Papua Barat, 15 November 2025 — Mengutip Kitab Kejadian 1:31, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik,” Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., ASEAN Eng, Ketua Umum Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI), mengawali pemaparan  materinya dengan menegaskan bahwa seluruh agenda pembangunan berkelanjutan sesungguhnya berakar pada panggilan iman untuk merawat ciptaan.

Ketua IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya, Prof.Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, SH.,M.Hum.,M.M didampingi Pengurus IKDKI Papua Barat dan Barat Daya bersama Ketua Umum IKDKI Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., ASEAN Eng. Menabuh Tifa tanda Pembukaan Seminar Nasional Dalam Rangka HUT IKDKI Ke-6 Dibuka Secara Resmi.

Dalam Seminar Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya yang dibuka secara resmi oleh Prof. Agustinus, selaku Ketua Umum IKDKI,  ia menegaskan pentingnya kontribusi dosen Katolik dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Tanah Papua.

Mengangkat tema “Akselerasi Aksi dan Kontribusi Dosen Katolik dalam Pencapaian SDGs di Tanah Papua,” Prof. Agustinus menekankan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan masyarakat adat, kelompok rentan, dan lingkungan hidup yang menjadi fondasi keberlanjutan.

SDGs: Dari Agenda Global ke Tanggung Jawab Moral

Dalam pemaparannya, Prof. Agustinus mengingatkan bahwa SDGs bukan saja agenda pembangunan PBB, tetapi cita-cita bersama umat manusia untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Prinsip “No one left behind” menurutnya sangat relevan dengan realitas Papua, wilayah yang kaya potensi tetapi menghadapi tantangan sosial, pendidikan, dan ekologi.

Indonesia telah memasukkan SDGs dalam RPJMN 2025–2029, dan menurut Prof. Agustinus, arah pembangunan nasional ini selaras dengan nilai ajaran sosial Gereja Katolik seperti martabat manusia, kesejahteraan bersama, solidaritas, subsidiaritas, dan perawatan ciptaan.

Dosen Katolik sebagai Penjaga Martabat dan Keadilan

Dalam forum terhormat ini, Prof. Agustinus menegaskan bahwa dosen bukan hanya penyampai ilmu, melainkan penjaga integritas, kebenaran, dan keadilan sosial. “Dosen Katolik harus berani menyuarakan keadilan sosial, menentang eksploitasi yang merusak, dan menjaga integritas akademik,” ujarnya.

Melalui Tridharma Perguruan Tinggi, dosen Katolik diharapkan mampu mengintegrasikan perspektif ekologis, etis, dan sosial dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

IKDKI dan Langkah Strategis untuk Papua

IKDKI menyiapkan sejumlah kebijakan baru untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam implementasi SDGs, yaitu: (1) Pembentukan Pusat Kajian dan Aksi SDGs IKDKI, (2) Program Gerakan Dosen (3)  Mengabdi di kampung-kampung Papua (4) Penguatan riset interdisipliner terkait sosial, budaya, dan ekologi Papua (5) Penghargaan IKDKI Green & Justice Award bagi kampus atau dosen pelopor keberlanjutan

Prof. Agustinus menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, Gereja, lembaga adat, kampus, dan pemerintah untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Papua.

Papua sebagai Rumah Bersama

Prof. Agustinus mengingatkan bahwa Papua bukan hanya wilayah pembangunan, tetapi rumah bersama yang mempersatukan manusia, budaya, dan alam. Kekayaan ekologis dan budaya Papua harus menjadi inspirasi dalam merumuskan strategi pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat literasi masyarakat, monitoring lingkungan, hingga pemberdayaan UMKM lokal. “Transformasi digital harus membawa manfaat bagi masyarakat Papua, bukan menambah ketimpangan,” tegasnya.

Mumpuni dan Melayani

Menutup presentasinya, Prof. Agustinus mengutip Mazmur 24:1, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya,” sebagai pengingat bahwa tanggung jawab merawat Papua adalah bagian dari panggilan iman.

Ia mengajak seluruh dosen Katolik untuk menjadikan momentum HUT IKDKI ke-6 sebagai gerakan bersama dalam membangun Papua yang adil, damai, dan berkelanjutan. “Dosen Katolik dipanggil bukan hanya untuk berpikir benar, tetapi juga bertindak benar,” ujarnya.

Dengan semangat Mumpuni dan Melayani, IKDKI berharap kontribusi akademisi Katolik mampu memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua, bagi Indonesia yang lebih manusiawi dan berkeadilan.