April 17, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: “Bangun Hidupmu Berlandaskan Firman Tuhan dan Perbuatan Baik”

Oleh: joko

“Pohon Dikenal dari Buahnya”: Seruan Pastor Pius Heljanan, MSC di Lauran

Bangun Hidupmu Berlandaskan Firman Tuhan dan Perbuatan Baik

http://suaraanaknegerinews.com | Lauran, Tanimbar Selatan — Di bawah cahaya pagi Sabtu, 13 September 2025, suasana tenang menyelimuti Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dalam homilinya, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki setempat, menyampaikan pesan mendalam yang menggugah hati umat.

“Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan?” ujar Pastor Pius, mengutip Kitab Suci.

Iman Bukan Sekadar Ucapan

Dalam renungannya, Pastor Pius mengingatkan bahwa iman tidak berhenti pada sekadar membaca Kitab Suci, menghafal ayat, atau pandai menyebut nama Tuhan. Lebih dari itu, kualitas seorang Kristiani diukur melalui perilaku, perkataan, dan tindakan nyata yang mencerminkan kasih Allah.

“Saudaraku, beriman bukan sekadar mengaku percaya, tetapi pengakuan iman harus dinyatakan dalam praksis hidup,” tegasnya. Ia menekankan, seorang Kristiani sejati adalah mereka yang melandaskan seluruh hidup pada firman Tuhan serta tampil sebagai cermin kasih Allah bagi sesama.

Cermin Kasih Allah bagi Sesama

Pastor Pius mengajak umat untuk mengeluarkan kebaikan dari perbendaharaan hati mereka, sehingga setiap tindakan mencerminkan kasih Tuhan. Ia mengutip Injil Lukas 6:43–49 sebagai penegasan:

“Pohon dikenal dari buahnya. Dirimu pohon yang baik, maka tunjukkanlah buah yang baik.”

Pesan ini, lanjutnya, bukan hanya ajakan moral, tetapi panggilan untuk hidup nyata dalam kasih dan pengabdian, khususnya bagi masyarakat Tanimbar.

Seruan untuk Tanimbar dan Umat Kristiani

Dalam kesempatan itu, Pastor Pius juga menegaskan pentingnya menjadi teladan di tengah komunitas. Baginya, iman tidak hanya diukur dari seberapa fasih seseorang berdoa, tetapi dari sejauh mana kasih Tuhan terlihat dalam perbuatan.

Ia menutup homili dengan harapan bahwa setiap umat dapat membangun hidup berlandaskan firman Tuhan, bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam perbuatan baik yang menyentuh hati sesama.

“Jadilah pohon yang baik, yang memberi buah kasih bagi dunia,” pungkas Pastor Pius Heljanan, MSC.