Pelantikan DPW IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya 2025–2030: Meneguhkan Panggilan Ilmiah dan Pelayanan di Bumi Cenderawasih
Laporan Paulus Laratmase
–
Manokwari, 12 Mei 2025 – Suara Anak Negeri News.Com | Hotel Horistom Taman Ria Rendani, Manokwari, Provinsi Papua Barat menjadi saksi sejarah pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk periode 2025–2030.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat IKDKI No. 014-K/IKDKI/IV/2025 yang secara resmi menetapkan struktur kepengurusan baru. Acara diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Yanwarius Vaenbess, Pr dan Pastor Dominggus Pegas, OSA.

Dalam khotbahnya, Pastor Yanwarius menjelaskan makna teologis dari Injil Yohanes yang mengisahkan Yesus sebagai “Pintu Kehidupan.” Ia menggambarkan Yesus sebagai Pengajar Ulung, Guru dan Dosen sejati yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, menjadi dosen adalah panggilan luhur untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, tanpa memandang suku, agama, ras, atau kepentingan sempit.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum IKDKI, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., IPU., ASEAN Eng, yang juga dikenal sebagai mantan Rektor Universitas Tarumanagara Jakarta selama dua periode. Dalam sambutannya, Prof. Agustinus menegaskan bahwa IKDKI bukan semata-mata organisasi keilmuan, melainkan juga panggilan pelayanan yang berakar kuat pada nilai-nilai Katolik. Kehadiran IKDKI di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua Barat dan Papua Barat Daya, menjadi bagian penting dari misi peningkatan mutu pendidikan dan penguatan sumber daya manusia, melalui pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebagai perpanjangan tangan Dewan Pengurus Pusat, DPW IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya mengemban tanggung jawab strategis dalam menjalankan program-program organisasi. Ini mencakup pengembangan profesionalisme, pendampingan akademik, serta pengabdian kepada masyarakat yang dilandasi oleh nilai-nilai iman Katolik. Seluruh pengurus diharapkan dapat mengimplementasikan visi dan misi organisasi dalam semangat kebangsaan dan pelayanan.
Dalam sambutan perdananya, Ketua DPW terpilih, Prof. Dr. Roberth KR. Hammar, S.H., M.Hum., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diterima. Ia menekankan pentingnya membangun semangat kolaborasi antaranggota dan menjadikan IKDKI sebagai motor penggerak transformasi pendidikan Katolik di Papua, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Ia menegaskan bahwa kehadiran IKDKI merupakan bagian integral dari misi pastoral dan intelektual yang diwujudkan dalam pelayanan konkret melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Struktur kepengurusan yang baru menunjukkan keterwakilan lintas bidang dan generasi. Prof. Roberth didampingi oleh dua Wakil Ketua: Prof. Dr. Ir. Rudi A. Maturbongs, M.Si., IPU. dan Dr. Stepanus Pakage, S.Pt., M.Si.. Tugas kesekretariatan diemban oleh Dr. Aluisius P. E. Widodo, S.Pt., M.Sc., yang didukung oleh Wakil Sekretaris Manuel Lambi, S.Kom., M.M. dan Dr. Latarus Fangohoi, S.P., M.P.. Keuangan organisasi dikelola oleh Dr. Ir. Elina Relawaty Situmorang, M.Si., sebagai Bendahara, dengan Lucia Klemensia Rahaded, S.Pd., M.Pd., M.M. sebagai Wakil Bendahara.
Kepengurusan diperkuat oleh berbagai koordinator bidang strategis. Prof. Dr. Ir. Benediktus Tanujaya, M.Si. memimpin Bidang Pendidikan dan Pengajaran, bersama dosen-dosen muda seperti Dr. Yaved Syufi, Johanes Kilmaskossu, dan Nikolina Balia. Bidang Riset dan Inovasi menjadi tanggung jawab Prof. Dr. Zita L. Sarungallo, S.Pt., M.Si., bersama akademisi senior seperti Dr. Ir. Bernadetha M.G. Sadsoeitoeboen, Marius Supriyanto Sakmaf, dan Dr. Abraham Yumte.
Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dipimpin oleh Dr. C. Marius Supriyanto Sakmaf bersama kader-kader potensial seperti Kwasty Kardi Putra, Theresia Ngutra, dan Matheus Beljai. Sementara itu, penguatan ekonomi dosen dikomandoi oleh Dr. Alberth Girik Allo, didukung oleh Dr. Johanes D. Resi dan Inggrit A. Sabubun.
Prof. Dr. Ir. Ridwan Sala, M.Sc. memimpin Bidang Pengembangan Organisasi bersama intelektual muda seperti Els Tieneke Rieke, Ph.D., Dr. Monica Nauw, Netty Torano, dan Werner Sasior. Bidang Humas dan Hubungan Antar Kelembagaan diketuai oleh Yohanes Ada Lebang, dibantu oleh Dr. Angella Tethool, Bernardus Horokubun, dan Joniel Hendrik Salouw.
Untuk menghadirkan transformasi digital dalam organisasi, Bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dipimpin oleh Dr. Ir. Paulus Boli, M.Si., bersama Prof. Dr. Agustinus Murdjoko dan Yusti Foxdey Rahawarin. Bidang Moral dan Spiritual dipimpin oleh Agustinus Riwi Nugroho, S.Ag., M.Hum., bersama Ereneus Horokubun dan Laurens Reresi. Bidang Hukum dan Advokasi dikawal oleh Dr. Henrikus Renjaan, S.H., LL.M., dengan dukungan dari Siria Silibun, Imanuel KR. Hammar, dan Agustinus Luturmas.
Tak kalah penting, Dewan Penasehat Wilayah memberikan pendampingan moral dan spiritual dengan sentuhan kearifan lokal. Dewan ini beranggotakan Uskup Manokwari-Sorong, Paulus Laratmase, Ketua TPW Manokwari dan Sorong, Drg. Alfons Manibuy, Dr. Ir. Petrus Kasihiw, Yohanis Maninuy, para imam Katolik seperti RD. Janwarius Vaenbes, RD. Imanuel Tenau, RD. Fincen Nuhuyanan, dan tokoh masyarakat Amus Atkana.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam revitalisasi IKDKI di wilayah timur Indonesia. Ke depan, sinergi antara pengurus, lembaga pendidikan tinggi, Gereja, dan masyarakat luas diharapkan dapat memperkuat peran dosen Katolik sebagai pelayan intelektual dan agen perubahan yang berlandaskan iman, ilmu, dan pengabdian. Acara ditutup dengan doa dan ramah tamah, menandai awal langkah baru IKDKI Papua Barat dan Papua Barat Daya: hadir, bersaksi, dan melayani dalam terang Kristus.