PEMBALASAN PALING ANGGUN
Oleh Herry Tjahjono
–
Ada orang yang membalas dengan kata. Ada yang dengan drama.
Tapi Irwan Mussry memilih cara yang lain: dengan cinta.
Saat masa lalu istrinya kembali dibikin “berisik” oleh seseorang, Irwan tak membalas dengan ikut bertempur di lumpur. Irwan memilih cara berkelas dan mahal: meratukan Maia dengan segenap bunga dan cara berbunga-bunga.
“Maia wanita sempurna bagi saya,” ucapnya–bukan untuk pamer, tapi untuk memeluk.
Inilah pembalasan paling anggun bagi seseorang, atau siapapun, yang “menyerang” istrinya:
Bukan menantang balik, tapi mengangkat istrinya.
Bukan menyerang balik, tapi meratukan “permaisuri” nya.
Bukan meradang balik, tapi menyayangi anak-anak istrinya seperti anaknya sendiri.
Sebab lelaki sejati tak sibuk mengoreksi masa lalu, tapi
ia sibuk mencintai hari ini.
Dan mungkin–hanya lelaki yang lapang jiwanya, bening hatinya, dan selesai dengan dirinya –yang bisa membuat luka berubah menjadi keindahan.