Kasih Tanpa Batas dalam Terang Firman: Ibadah Minggu yang Menguatkan Hati di GBI MILOS Saumlaki
Oleh: Joko
Melayani Tanpa Batas di GBI MILOS: Firman Tentang Kasih yang Mengubahkan Dunia
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu 6 Juli 2025 — Dalam suasana sejuk cerah berawan yang menyelimuti pagi Saumlaki, jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki tetap setia berkumpul dalam semangat ibadah di Gedung Gereja yang terletak di Jalan Ir. Soekarno, tepat di belakang Kantor Pengadilan Negeri Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ibadah Dimulai dengan Suasana Kudus dan Pujian
Pelayan Tuhan, Ibu Julia Fendjalang, membuka ibadah dengan rangkaian pujian penyembahan yang mengalir dalam keheningan rohani.
Lagu-lagu seperti “Kami Persembahkan Hidup Ini Ya Tuhan”, “Aku Tetap Cinta Engkau”, dan “Ku Persembahkan Seumur Hidupku”, menjadi pengantar untuk membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan.
Doa pembukaan dibawakan oleh Evangelis Piet Batilmurik, yang dengan penuh iman menyerahkan jalannya ibadah kepada Tuhan.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk menyembah dalam roh dan kebenaran serta membuka hati agar Tuhan bekerja melalui ibadah pagi itu.
Penyembahan Mengalir, Hadirat Tuhan Dirasakan
Lagu-lagu penyembahan seperti “Berkali-kali Kau Menolong dan Kuatkan Kami” dan “Yesus Amat Setia” dilantunkan, membawa suasana hati jemaat pada rasa syukur mendalam. Ucapan syukur menjadi tema yang mengikat seluruh jemaat dalam kesatuan hati.
Firman Tuhan: Mengasihi Melampaui Standar Dunia
Firman Tuhan dibawakan oleh Evangelis Haris Boritnaban, S.Th. Ia membuka khotbah dengan doa penyerahan yang penuh pengharapan agar jemaat dipenuhi dan diubahkan oleh firman yang disampaikan.
Dalam khotbahnya, ia menekankan panggilan untuk mengasihi tanpa batas, melawan arus dunia yang membalas kekerasan dengan kekerasan, seperti pepatah lokal “Ale jual, beta beli”. Ia menegaskan bahwa prinsip ini bertentangan dengan firman Tuhan yang tertulis dalam Lukas 6:33 dan Roma 2:13-15.
“Orang yang berbuat jahat kepada kita, harus tetap kita balas dengan kebaikan. Hanya kasih yang mampu mengubah dunia ini,” ungkapnya penuh keyakinan.
Ia juga menekankan bahwa benih kasih yang ditabur butuh proses, dan pentingnya melatih pancaindra rohani agar peka terhadap kehendak Tuhan.
Jemaat diajak untuk konsisten hidup dalam terang dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Pelayanan dan Persembahan: Kasih Menjadi Bukti
Lagu “Kasih Pasti Memaafkan” dinyanyikan sebagai respons terhadap firman, mengajak jemaat untuk hidup dalam kasih yang tulus dan tanpa batas.
Pelayan Tuhan Marten Batmanlussy memimpin sesi persembahan dengan iringan lagu “Kau Mengasihiku”. Doa dipanjatkan agar setiap persembahan menjadi berkat dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
Warta Gereja: Melayani Sepanjang Minggu
Sekretaris Pelayan Gereja membacakan warta jemaat dan jadwal kegiatan pelayanan mingguan:
- Selasa: Menara Doa
- Rabu: Ibadah WBGI
- Kamis: Ibadah Komsel
- Jumat: Ibadah Kaum Muda
- Sabtu: Ibadah Puasa
- Minggu: Ibadah Umum & Sekolah Minggu
Penutup Ibadah dengan Doa dan Berkat
Ibadah ditutup dengan lagu “Terima Kasih Tuhan, Untuk Kasih Setia-Mu” yang dipandu oleh Ibu Julia Fendjalang.
Doa penutup kembali dibawakan oleh Evangelis Ir. Pieter Batilmurik, yang secara mendalam mendoakan jemaat, pemerintah, bangsa, dan gereja-gereja yang mengalami tekanan iman.
oleh Evangelis Haris Boritnaban, S.Th kemudian menyampaikan doa berkat, menguatkan bahwa seluruh umat Tuhan diberkati di setiap aspek kehidupannya, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan.
“Tuhan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus… Lakukanlah firman-Nya dengan setia,” tutupnya.
Akhir Ibadah: Dalam Sukacita dan Kebersamaan
Ibadah ditutup dengan lagu “Bapa Terima Kasih”, disusul dengan sesi berjabat tangan, foto bersama, dan menikmati snack ringan.
Jemaat pulang membawa berkat dan sukacita, serta semangat baru untuk terus hidup dalam kasih Kristus.
Ibadah di GBI MILOS Saumlaki pada Minggu ini menjadi pengingat kuat bahwa kasih Kristus melampaui batas-batas manusiawi.
Firman yang disampaikan menggugah setiap hati untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menjawabnya dengan kasih dan kebaikan, karena kasih adalah hukum yang terutama.