April 19, 2026

Population Replacement di Balik Program Strategi Nasional di Papua

papua

Oleh Richar Manase| Pemerhati Masalah Pembangunan Papua

Pemerintah sedang gencar melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) di Papua, dengan narasi utama kesejahteraan dan pembangunan masyarakat. PSN ini sering dibingkai sebagai upaya program kerja padat karya yang melibatkan banyak tenaga kerja, sekaligus dilabeli untuk menjaga keamanan dari ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB/OPM).Secara kasat mata, langkah-langkah ini tampak sangat berpihak pada rakyat Papua.

Namun, di balik program-program tersebut, muncul kekhawatiran adanya operasi tersembunyi yang dikenal sebagai POPULATION REPLACEMENT (Penggantian Populasi).

Dengan dalih pengamanan Papua dari separatisme , alih-alih menggunakan pendekatan humanis dan bermartabat serta mengedepankan kesejahteraan dengan penguatan sumberdaya ekonomi berbasis pemerintahan sipil yang tertib , berdedikasi dan berwibawa .
Pemerintah Pusat justru lebih memilih menggunakan Operasi Counter Insurgency dan Pola Lama.

Kali ini saya ingin mengajak kita anak Papua paham bahwa PSN, khususnya yang bersifat padat karya dan struktural dapat menjadi salah satu instrumen counter insurgency (kontra pemberontakan) terselubung yang alih-alih untuk pemulihan keamanan tapi ujungnya mengancam keberlangsungan kita OAP.

Tentu cara yang digunakan pemerintah pusat ini Tujuannya untuk mengurangi pengaruh dan memecah basis penyebaran ideologi separatisme di kalangan masyarakat Papua yang dianggap mengganggu keamanan , pemerintahan dan kepentingan pusat.

Namun dampak dari Strategi ini justru mengulang pola lama, mirip dengan kebijakan Transmigrasi skala besar di era Orde Baru di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Saat itu, transmigrasi digunakan untuk memecah basis ideologi separatis dan meredam gejolak masyarakat adat di luar jawa demi kepentingan Pusat ,guna memuluskan program eksploitasi sumber daya alam, dengan dalih pemerataan penduduk.

Meskipun program transmigrasi pendatang ke Papua secara resmi ditiadakan oleh Kementerian Transmigrasi karena penolakan sebagian besar pemerintah daerah dan masyarakat adat, namun tanpa kita sadari justru kekhawatiran saya population replacement saat ini sedang bergeser melalui jalur-jalur lain atas nama PSN.

Kita Masyarakat asli Papua tanpa sadar sedang berhadapan dengan Potensi Perubahan Demografi yang Masif.
Untuk melindungi PSN dan menggerakkan pembangunan, pemerintah tanpa disadari menciptakan gelombang migrasi internal baru.
Contoh program yang berpotensi memicu perubahan demografi signifikan meliputi:

1. PSN Sektor Pangan dan Perkebunan: Proyek raksasa seperti food estate (Padi 1 juta hektar) dan Program Gula Nasional (1,5 juta hektar) di Merauke dan Perluasan Perkebunan Kelapa sawit di seluruh papua, yang diperkirakan akan mendatangkan tenaga kerja non-OAP dalam jumlah besar, melampaui 2.500 KK untuk masing-masing sektor.
Belum nantinya PSN Pertambangan kedepannya.

2. PSN Sektor Keamanan/Struktural: Pemekaran daerah diikuti dengan pembentukan satuan TNI setingkat Batalion Pembangunan yang direncanakan di 5 lokasi di seluruh Papua. Ini berpotensi menambah populasi sekitar 7.000 KK (Keluarga Prajurit) di seluruh wilayah Papua.

Efek Ikutan dari program tersebut secara otomatis akan diikuti oleh tenaga profesional lain seperti Nakes, pendidik, dan pedagang, yang didatangkan dari luar dan semakin mempercepat perubahan komposisi penduduk yang di bungkus kata masih belum siapnya SDM anak Papua.

Saya secara pribadi melihat ini adalah sebuah Ancaman tidak langsung bagi Populasi kita masyarakat adat asli Papua
Saat ini.
Sebagai perbandingan jumlah penduduk OAP dengan pendatang di pusat-pusat pemerintahan saat ini saja sudah menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Di beberapa kota, perbandingannya bahkan mencapai 40% OAP berbanding 60% pendatang, atau sebaliknya 60% pendatang berbanding 40% OAP.

Pemerintahan saat ini sedang memainkan Strategi People Population Replacement—yaitu mengganti atau meminimalisir pengaruh mayoritas suatu daerah dari populasi lokal ke populasi baru—ini adalah hal yang sangat perlu diwaspadai.
Dengan menu