Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Prof. Dr. Rahmiana Zein, M.Sc., Guru Besar Universitas Andalas (Unand), Yang Berhasil Menemukan Tehnik Kromatografi Tercepat Di Dunia

Oleh: Tb Mhd Arief Hendrawan

PADANG, Suaraanaknegerinews.com,— Tidak banyak yang tahu bahwa seorang perempuan asal Ranah Minang telah menorehkan sejarah besar dalam dunia ilmu kimia internasional. Dialah Prof. Dr. Rahmiana Zein, M.Sc., Guru Besar Universitas Andalas (Unand), yang berhasil menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia, sebuah terobosan yang diakui luas oleh kalangan ilmuwan global.

Kromatografi merupakan metode penting dalam kimia analitik untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa-senyawa kimia, yang digunakan secara luas di bidang farmasi, kedokteran, hingga lingkungan.

Melalui riset panjang dan dedikasi tinggi, Prof. Rahmiana berhasil mengembangkan teknik analisis yang memangkas waktu penelitian dari 100–1.000 menit menjadi kurang dari 10 menit saja, tanpa mengurangi akurasi hasilnya. Penemuan ini menjadikan laboratorium di berbagai negara lebih efisien dan produktif.

Lahir dan besar di Minangkabau, Prof. Rahmiana menempuh pendidikan dasar di SD Negeri No. 9 (1969), melanjutkan ke SMP Negeri No. 1 (1972), dan SMA Prayatna jurusan IPA (1975).
Ia kemudian meraih gelar Sarjana Kimia di Universitas Andalas pada tahun 1984, sebelum melanjutkan pendidikan doktoralnya di Gifu University, Jepang, bidang Material Engineering, yang diselesaikan pada tahun 1998.

Berbekal ketekunan dan kecintaan pada ilmu pengetahuan, Rahmiana membuktikan bahwa Urang Awak mampu bersaing di level dunia. Prestasinya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, terutama perempuan, untuk berani bermimpi dan menembus batas-batas sains modern.

“Ilmu pengetahuan tidak mengenal batas. Yang penting adalah semangat untuk terus mencari kebenaran,” demikian pesan Prof. Rahmiana dalam salah satu wawancaranya.

Dengan penemuannya, nama Prof. Rahmiana Zein tidak hanya harum di dunia akademik, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi Sumatera Barat dan Indonesia di kancah ilmiah internasional.(Tb Mhd Arief Hendrawan)