Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Puisi Cinta buat Pahlawan Kebanggaan: Suara Hati yang Menyala di Teras Taman Budaya Padang

Oleh: Edrawati, M.Pd

Padang, Senin, 10 November 2025 Semangat perjuangan dan cinta tanah air kembali menyala di jantung Kota Padang. Dalam balutan senja yang hangat, Teras Taman Budaya Sumatera Barat menjadi saksi persembahan istimewa bertajuk “Puisi Cinta buat Pahlawan Kebanggaan”, sebuah acara untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dr. Andria Catri Tamsin, M.Pd., akademisi, seniman, dan pengurus KISI (Koperasi Insan Sastra Indonesia) bersama Mas Bambang, seorang konten kreator dan seniman yang dikenal aktif menggagas karya seni inovatif. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Devid, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus terus dihidupkan melalui seni dan sastra.
“Perjuangan tidak selalu di medan perang. Hari ini, para penyair, seniman, dan musisi menjadi pahlawan budaya. Dengan kata dan nada, mereka menjaga semangat bangsa tetap menyala,” tutur Bapak Devid penuh bangga.

Tema besar “Puisi Cinta buat Pahlawan Kebanggaan” menjadi wadah ekspresi bagi para penyair, akademisi, guru, dosen, mahasiswa, dan siswa dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Mereka tampil dengan penuh penghayatan, mempersembahkan puisi-puisi bertema perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air.
Teras Taman Budaya sore itu menjelma menjadi panggung rasa dan makna. Setiap bait puisi mengalir bagai doa, menggugah kesadaran akan arti merdeka yang sejati. Suasana semakin hidup ketika grup musik Iko Bana tampil memadukan musik tradisi Minang dengan sentuhan modern. Irama saluang, talempong, dan gitar elektrik berpadu indah, membawakan lagu-lagu perjuangan yang membakar semangat hadirin.

Kolaborasi antara musik dan puisi menghadirkan suasana magis seolah masa lalu dan masa kini berpadu dalam harmoni cinta untuk tanah air. Penampilan Iko Bana membuktikan bahwa semangat kepahlawanan bisa disuarakan dengan cara yang segar, kreatif, dan menyentuh hati generasi muda.

Dalam sambutannya, Dr. Andria Catri Tamsin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi atas perjuangan bangsa dan ajakan untuk meneruskan semangat itu melalui karya.
“Kita mengenang pahlawan bukan hanya lewat monumen dan upacara, tetapi lewat karya. Puisi adalah bentuk cinta yang tak lekang, dan hari ini, kita menulis cinta itu bersama,” ungkapnya penuh makna.

Sementara itu, Mas Bambang menyampaikan bahwa acara ini menjadi ruang lintas generasi, tempat seniman, pendidik, dan pelajar bertemu dalam semangat yang sama.
“Pahlawan hari ini adalah mereka yang terus berkarya untuk bangsa. Dengan puisi, dengan musik, dengan kreativitas, kita melanjutkan perjuangan dengan cara yang indah,” ujarnya.

Dalam deretan pembacaan puisi yang menggugah, turut tampil Edrawati, M.Pd., guru dari SMPN 13 Padang, membacakan puisinya berjudul “10 November Saat Api Tak Padam.” Dengan suara bergetar dan penghayatan yang dalam, ia menghidupkan semangat pahlawan di setiap kata, menyulut rasa cinta tanah air di dada para pendengar. Tepuk tangan panjang pun menggema sebagai bentuk apresiasi.
Acara kemudian ditutup dengan pesan menyentuh dari Dr. Andria, yang mengingatkan bahwa puisi dan musik hari itu bukan sekadar hiburan, melainkan cara menyapa para pahlawan di alam sana dengan cinta, kesadaran, dan kebersamaan. Setelah pembacaan puisi terakhir, seluruh peserta berfoto bersama dengan senyum bangga dan mata yang masih berkilat oleh semangat perjuangan.
Puisi Cinta buat Pahlawan Kebanggaan bukan sekadar acara seni, melainkan gerakan batin yang menyatukan kata, nada, dan cinta. Dari Teras Taman Budaya Padang, gema puisi dan musik itu melangit membawa pesan abadi:
Selama kata masih diucapkan dan nada masih dimainkan, semangat para pahlawan tak akan pernah padam.