Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

“Puji Tuhan, Saya Bisa Bawa Nama Papua”: Restyn Yusuf Ungkap Perjuangan di Balik Juara 3 Kepala Sekolah Transformatif Nasional 2025

Dalam wawancara langsung bersama wartawan suaraanaknegerinews.com, Paulus Laratmase, Restyn Yusuf, Kepala SMA Negeri 3 Biak, menceritakan perjalanan panjangnya hingga berhasil meraih Juara 3 Nasional kategori Kepala Sekolah SMA Transformatif Tahun 2025. “Saya benar-benar tidak menyangka bisa tembus tiga besar nasional. Dari Biak, dari Papua, saya bisa bersaing dengan kepala sekolah terbaik dari seluruh Indonesia. Ini anugerah Tuhan,” ujarnya saat wawancara melalui telpon seluler, seusai pengumuman.

Restyn Yusuf, S.Pd.,Gr.,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Juara 3 Kategori Kepala Sekolah Trasformatif Nasiona Tahun 2025

Restyn menjelaskan bahwa rangkaian seleksi tingkat nasional berlangsung sangat ketat dan dimulai sejak 17 November 2025. “Kami mempresentasikan best practice di depan juri nasional. Semua data kami diverifikasi satu per satu. Tidak ada yang dilewatkan, semua harus valid, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hanya perwakilan yang menjadi juara 1 di provinsinya yang berhak maju ke babak nasional, sehingga atmosfer kompetisi sangat kompetitif.

Selain penilaian profesional, aspek kepribadian juga menjadi penentu. “Panitia KSPTK menilai attitude kami selama di hotel: bagaimana kami membangun relasi, bagaimana kami berinteraksi dengan peserta lain. Ternyata sikap dan etika itu ikut menentukan. Kami benar-benar dinilai secara utuh, bukan hanya program,” katanya. Restyn mengakui bahwa pengalaman ini membuka wawasan baru tentang pentingnya integritas dan karakter dalam kepemimpinan sekolah.

Saat hasil diumumkan pada 27 November 2025, Restyn mengaku tak kuasa menahan haru. “Ketika nama saya diumumkan juara 3, saya hanya bisa berkata: Puji Tuhan. Ini bukan hanya prestasi saya, tapi prestasi tim SMA Negeri 3 Biak, Dinas Pendidikan Biak Numfor, dan seluruh masyarakat Papua,” tuturnya penuh syukur. Menutup wawancara, ia menyampaikan pesan khusus: “Ini hadiah kecil saya untuk Papua. Semoga semakin banyak guru dan kepala sekolah dari Papua yang bersinar di tingkat nasional. Selamat Hari Guru. Guru Hebat, Indonesia Kuat.”