April 18, 2026

RD. Domincs Baldawins Masriat Sapa Umat Lewat Renungan Pagi dari Central Seminary UST Manila

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, 25 Juni 2025 – Dari ruang doa Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST), Manila, Filipina, Pastor mahasiswa asal Kepulauan Tanimbar, RD. Domincs Baldawins Masriat, kembali membagikan sejenak renungan iman dalam semangat “Sejenak Sabda” pada Rabu, 25 Juni 2025.

Dalam nuansa liturgi Hari Biasa Pekan XII, ia mengajak umat untuk tidak takut menghadapi masa depan dan menegaskan pentingnya mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejenak Sabda: Jangan Takut, Allah Menyertai

RD. Domincs membuka renungan dengan mengutip bacaan pertama dari Kejadian 15:1-12.17-18, di mana Allah menyapa Abram dengan kata-kata penghiburan: “Jangan takut, Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar.”

> “Terkadang kita terlalu khawatir akan masa depan – tentang diri sendiri, keluarga, atau komunitas. Namun, Tuhan hari ini menegaskan bahwa kita tak perlu takut. Teruslah setia dalam pekerjaan dan panggilan hidupmu, karena Allah akan menyempurnakan berkat-Nya,” ujarnya menenangkan.

Buah Baik Hanya Dihasilkan oleh Pohon yang Baik

Melanjutkan dengan Injil Matius 7:15-20, RD. Domincs menekankan bahwa kepribadian seseorang tercermin dari kata dan tindakannya. Ia mengajak umat untuk memeriksa diri dan memperlihatkan buah-buah kebaikan dalam hidup.

“Yesus berkata: ‘Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.’ Maka, jika kita sungguh menjadi orang baik, buah hidup kita harus berupa kasih, damai, kesabaran, kesetiaan, kelembutan, dan penguasaan diri,” tutur imam muda ini dengan penuh semangat pastoral.

Doa dan Harapan

Renungan Sejenak Sabda ditutup dengan doa sederhana namun mendalam:

“Ya Allah, semoga dengan berkat-Mu kami sungguh-sungguh menghasilkan buah-buah yang baik dalam hidup kami.”

Dengan salam kasih dan doa yang khas, RD. Domincs Baldawins Masriat kembali menyapa umat, tak hanya sebagai pelayan Sabda di Central Seminary, tapi juga sebagai putra daerah yang membawa terang dari perantauan bagi seluruh umat Katolik, khususnya di Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku.