Renungan Sejenak Sabda RD. Domincs Baldawins Masriat di Tengah Tugas Pastoral di Filipina
Oleh : Johanis Kopong
RD. Domincs Baldawins Masriat: “Pengetahuan tentang Allah Saja Tidak Cukup”
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina — Pada Rabu, 2 Juli 2025, bertempat di Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST), Manila, Filipina, RD. Domincs Baldawins Masriat menyampaikan pesan rohani yang menggugah dalam program Sejenak Sabda, yang rutin dibagikan sebagai bentuk refleksi dan pelayanan pastoral.
RD. Domincs, imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, saat ini tengah menjalankan tugas sebagai Pastor Mahasiswa di lingkungan UST Manila.
Kehadirannya bukan hanya membawa semangat pelayanan lintas budaya, tetapi juga mempersembahkan kedalaman refleksi iman yang menginspirasi banyak orang, termasuk diaspora Indonesia di Filipina.
Refleksi Bacaan Liturgi: Lebih dari Sekadar Pengetahuan
Dalam renungannya yang berdasarkan bacaan liturgi hari itu, Kejadian 21:5.8-20 dan Matius 8:28-34, RD. Domincs menekankan bahwa pengetahuan tentang Allah saja tidaklah cukup dalam kehidupan beriman.
Ia menyoroti bahwa bahkan setan memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah, bahkan mengenali Yesus sebagai Anak Allah, lebih dulu dari para murid-Nya.
“Kita harus berusaha agar lebih dari setan. Bukan hanya tahu tentang Allah, tapi hidup dalam semangat kerendahan hati dan pelayanan,” ujar RD. Domincs dalam renungannya.
Menurutnya, salah satu penyebab kejatuhan setan adalah kesombongan dan keserakahan, dua sikap yang patut dihindari oleh setiap orang beriman.
Dalam dunia modern yang serba cepat dan kompetitif, pesan ini menjadi sangat relevan sebagai pengingat untuk terus membangun sikap rendah hati dan terbuka terhadap kehendak Allah.
Kerendahan Hati sebagai Jalan Iman
RD. Domincs mengajak umat untuk tidak hanya mengenal Allah secara intelektual, tetapi juga menghayati-Nya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Semakin kita mengenal Allah, semoga kita semakin rendah hati dan setia melayani serta memuliakan-Nya,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa iman harus disertai dengan sikap hati yang benar, bukan untuk menjadi lebih tinggi dari sesama, tetapi justru semakin membumi dalam cinta kasih dan pelayanan.
Doa dan Harapan
Mengakhiri refleksi singkatnya, RD. Domincs mengajak umat untuk berdoa bersama:
“Ya Allah, berkatilah kami agar kami dapat hidup dalam kerendahan hati.”
Dengan salam kasih dan doa, ia terus menunjukkan komitmennya sebagai gembala umat yang tidak hanya menuntun lewat ajaran, tetapi juga lewat teladan hidup dan kesetiaan dalam pelayanan lintas negara.