Roberth Hammar Dilantik Sebagai Ketua Umum ARTIPENA Papua Barat: Dorong Penguatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Pendidikan
Laporan: Tim Media Center UNCRI
–
Aula Hotel Oriestom Bay, Rendani, Manokwari, menjadi tempat berlangsungnya momen penting bagi gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika di dunia pendidikan Papua Barat. Pada Sabtu, 15 November 2025, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ARTIPENA Papua Barat untuk masa bakti 2025–2028.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Pengurus Pusat ARTIPENA, dihadiri oleh Wakil Ketua Umum ARTIPENA Pusat, Prof. Dr. Adriansyah, M.Si., serta Ketua Bidang Organisasi ARTIPENA Pusat, Assoc. Prof. Dr. Suyanto, S.E., S.Pdi., M.M., M.Ak., CA. Selain unsur akademisi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat, serta perwakilan lembaga pendidikan yang turut memberikan dukungan atas penguatan gerakan pencegahan di wilayah Papua Barat.
Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum ARTIPENA Pusat, Prof. Dr. Adriansyah, menyampaikan bahwa Papua Barat membutuhkan figur yang memahami dinamika pendidikan serta karakter masyarakat setempat.
“Prof. Roberth memiliki pengalaman dan rekam jejak yang menjadikannya pilihan tepat untuk memimpin ARTIPENA di Papua Barat. Kami berharap gerakan pencegahan narkotika semakin kuat di wilayah ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa daerah-daerah seperti Papua Barat memerlukan sinergi lintas sektor karena ancaman peredaran narkotika semakin menyasar kelompok usia muda.

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Roberth—yang juga Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari—menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan panggilan tanggung jawab untuk memperluas gerakan pencegahan di sekolah, kampus, dan masyarakat pendidikan Papua Barat.
“Lingkungan pendidikan adalah ruang yang harus benar-benar terlindungi. Jika narkotika masuk ke ruang itu, maka kita kehilangan generasi. ARTIPENA hadir untuk memperkuat benteng moral, edukasi, dan kesadaran kolektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan pola penyalahgunaan narkotika saat ini menuntut pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi, penelitian, dan gerakan publik yang berkelanjutan. Dalam sambungan pernyataannya, Prof. Roberth menegaskan kembali komitmen kolaboratif ARTIPENA.
“Pencegahan adalah gerakan bersama. Tugas kita sebagai relawan anti narkoba memastikan bahwa setiap individu, terutama generasi muda, memiliki kesadaran dan keteguhan untuk menolak narkotika dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Pelantikan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaboratif. Para akademisi, perwakilan lembaga pendidikan, perwakilan Kepolisian, serta unsur BNN yang hadir melihat momentum ini sebagai langkah strategis untuk membangun gerakan pencegahan narkotika yang lebih sistematis.
Banyak pihak menilai bahwa kehadiran Prof. Roberth sebagai Ketua Umum DPW memberi harapan baru, mengingat kapasitas beliau dalam membangun jejaring pendidikan dan memimpin kolaborasi lintas lembaga di Papua Barat.
Dengan pelantikan ini, ARTIPENA Papua Barat resmi memasuki fase kerja baru yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak luas. Kepemimpinan Prof. Roberth diharapkan menjadi penggerak utama dalam memperkuat benteng pendidikan dari ancaman narkotika dan membangun kesadaran publik yang lebih kokoh di Papua Barat.